This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, October 20, 2015

Surat Lamaran



Padang, 2 Oktober 2015

Hal : Permohonan Lamaran Pekerjaan

Kepada Yth.

Kepala Sekolah

di

Sumatera Utara


Dengan hormat, saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama                             : Amelia Hartati
Jenis Kelamin                 : Perempuan
Tempat/Tanggal Lahir     : Ujung Gading, 24 Agustus 1992
Pendidikan Terakhir       : D3 Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan
Alamat                           : Jl. belibis
HP                                 : 0857 1234 5678

Dengan ini memohon kepada Bapak/Ibu agar sudi kiranya menerima saya sebagai Staff Tata Usaha di sekolah yang Bapak/Ibu pimpin. Sebagai bahan pertimbangan bagi Bapak/Ibu, bersama surat ini saya lampirkan:
1.        Pas Foto Terbaru 4 x 6 sebanyak 2 lembar
2.        Foto Copy KTP sebanyak 1 lembar
3.        Foto Copy Ijazah
4.        CV
5.        Foto Copy Kartu Keluarga sebanyak 1 lembar
6.        Foto Copy Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dilegalisir sebanyak 1 lembar
7.        Foto Copy surat keteranngan dokter
8.        Foto Copy AK/1
9.        Foto Copy Akta Kelahiran
10.    Surat izin dari orang tua
Demikianlah permohonan ini saya sampaikan kepada Bapak/Ibu. Besar harapan saya permohonan ini dapat dikabulkan. Atas perhatian dan kesediaan Bapak/Ibu saya ucapkan terima kasih. 

Hormat saya,




                                                                                                             Amelia Hartati

Monday, October 19, 2015

Periodisasi Perkembangan Seni Rupa Anak SD

BAB I PENDAHULUAN 
1. Latar belakang
            Pendidikan seni merupakan saran untuk pengembangan kreativitas anak. Pelaksanaan pendidikan seni dapat dilakukan melalui kegiatan permainan. Tujuan pendidikan seni bukan untuk membina anak-anak menjadi seniman, melainkan untuk mendidik anak menjadi kreatif. Seni merupakan aktivitas permainan. Melalui permainan, kita dapat mendidik anak dan membina kreativitasnya sedini mungkin. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa seni dapat digunakan sebagai alat pendidikan. Melalui permainan dalam pendidikan seni anak memiliki keleluasaan untuk mengembangkan kreativitasnya. Beberapa aspek penting yang perlu mendapat perhatian dalam pendidikan seni antara lain kesungguhan, kepekaan, daya produksi, kesadaran berkelompok, dan daya cipta. Pendidikan seni adalah segala usaha untuk meningkatkan kemampuan kreatif ekspresif anak didik dalam mewujudkan kegiatan artistiknya berdasrkan aturan-aturan estetika tertentu. Selain itu, pendidikan seni di SD bertujuan menciptakan cipta rasa keindahan dan kemampuan mengolah menghargai seni. Jadi melalui seni, kemampuan cipta, rasa dan karsa anak di olah dan dikembangkan. Selain mengolah cipta, rasa dan karsa seperti yang diterapkan di atas, pendidikan seni merupakan mengolah berbagai ketrampilan berpikir. Hal tersebut meliputi ketrampilan kreatif, inovatif, dan kritis. Ketrampilan ini di olah melalui cara belajar induktif dan deduktif secara seimbang. Pendidikan Seni Rupa sesungguhnya merupakan istilah yang relatif baru digunakan dalam dunia persekolahan. Pada mulanya digunakan istilah menggambar. Penggunaan istilah pengajaran menggambar ini berlangsung cukup lama hingga kemudian diganti dengan istilah Pendidikan Seni rupa.Materi pelajaran yang diberikan tidak hanya menggambar tetapi juga beragam bidang seni rupa yang lain seperti mematung, mencetak, menempel dan juga apresiasi seni. Tujuan pengajaran menggambar di sekolah adalah untuk menjadikan anak pintar menggambar melalui latihan koordinasi mata dan tangan. Dengan demikian dapat dikatakan seni dapat digunakan sebagai alat pendidikan. Pendidikan Seni Rupa adalah mengembangkan keterampilan menggambar, menanamkan kesadaran budaya lokal, mengembangkan kemampuan apreasiasi seni rupa, menyediakan kesempatan mengaktualisasikan diri, mengembangkan penguasaan disiplin ilmu Seni Rupa, dan mempromosikan gagasan multikultural.

2. Rumusan masalah
 a. Bagaimana perkembangan seni rupa anak Sekolah Dasar ?
b. Apa peranan seni rupa anak Sekolah Dasar ?
c. Apa fungsi seni rupa anak Sekolah Dasar ?
d. Bagaimana peran seni sebagai alat pendidikan?

3. Tujuan penulisan
a. Mengetahui apa saja perkembangan seni rupa anak Sekolah Dasar
b. Mengetahui peranan seni rupa anak Sekolah Dasar
c. Mengetahui fungsi seni rupa anak Sekolah Dasar
d. Mengetahui apa saja peran seni sebagai alat pendidikan

4. Manfaat
Mengacu pada masalah dan tujuannya, makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1.Mengembangkan pengetahuan tentang pendidikan seni rupa di SD
2. Bagi penulis, makalah ini sebagai masukan agar diterapkan dalam proses mengajar seni rupa di SD kelak

BAB II PEMBAHASAN  
A. Perkembangan Seni Rupa Anak Sekolah Dasar
Tahap-tahap perkembangan menggambar/seni rupa secara garis besar dapat dibedakan dua tahap karakteristik, yaitu
kelas I sampai dengan kelas III ditandai dengan kuatnya daya fantasi-imajinasi, sedangkan kelas IV sampai dengan kelas VI ditandai dengan mulai berfungsinya kekuatan rasio.
Ada dua cara untuk memahami perkembangan seni rupa anak-anak.
1. mengkaji teori-teori yang berkaitan dengan perkembangan seni rupa anak menurut para ahli.
2. mengamati dan mengkaji karya anak secara langsung.

Hal ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan karya anak berdasarkan rentang usia yang relevan dengan teori yang telah kita pelajari. Periodisasi Perkembangan Seni Rupa anak-anak Periodisasi masa perkembangan seni rupa anak menurut Viktor Lowenfeld dan Lambert Brittain dalam: Creative and Mental Growth adalah
(1) Masa mencoreng (scribbling) : 2-4 tahun
(2) Masa Prabagan (preschematic) : 4-7 tahun
(3) Masa Bagan (schematic period) : 7-9 tahun
(4) Masa Realisme Awal (Dawning Realism) : 9-12 tahun
(5) Masa Naturalisme Semu (Pseudo Naturalistic) : 12-14 tahun
(6) Masa Penentuan (Period of Decision) : 14-17 tahun.  

Penjelasan periodisasi perkembangan seni rupa anak diatas adalah sebagai berikut:
1. Masa Mencoreng (scribbling) : 2-4 tahun
          Periode ini terbagi ke dalam tiga tahap, yaitu: 1) corengan tak beraturan, 2) corenganterkendali, dan 3) corengan bernama. Ciri gambar yang dihasilkan anak pada tahap corengan tak beraturan adalah bentuk gembar yang sembarang, mencoreng tanpa melihat ke kertas, belum dapat membuat corengan berupa lingkaran dan memiliki semangat yang tinggi. Corengan terkendali ditandai dengan kemampuan anak menemukan kendali visualnya terhadap coretan yang dibuatnya. Hal ini tercipta dengan telah adanya kerjasama antara koordiani antara perkembangan visual dengan perkembamngan motorik. Hal ini terbukti dengan adanya pengulangan coretan garis baik yang horizontal , vertical, lengkung , bahkan lingkaran. Corengan bernama merupakan tahap akhir masa coreng moreng. Biasanya terjadi menjelang usia 3-4 tahun, sejalan dengan perkembangan bahasanya anak mulai mengontrol goresannya bahkan telah memberinya nama, misalnya: “rumah”, “mobil”, “kuda”.
2. Masa Prabagan (preschematic) : 4-7 tahun
         Materi Objek yang digambarkan anak biasanya berupa gambar kepala-berkaki. Sebuah lingkaran yang menggambarkan kepala kemudian pada bagian bawahnya ada dua garis sebagai pengganti kedua kaki. Ciri-ciri yang menarik lainnya pada tahap ini yaitu telah menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris untuk memberi kesan objek dari dunia sekitarnya. Koordinasi tangan lebih berkembang. Aspek warna belum ada hubungan tertentu dengan objek, orang bisa saja berwarna biru, merah, coklat atau warna lain yang disenanginya. Penempatan dan ukuran objek bersifat subjektif, didasarkan kepada kepentingannya. Ini dinamakan dengan “perspektif batin”.
3. Masa Bagan (schematic period) : 7-9 tahun
        Konsep bentuk mulai tampak lebih jelas. Anak cenderung mengulang bentuk. Gambar masih tetap berkesan datar dan berputar atau rebah (tampak pada penggambaran pohon di kiri kanan jalan yang dibuat tegak lurus dengan badan jalan, bagian kiri rebah ke kiri, bagian kanan rebah ke kanan). Pada perkembangan selanjutnya kesadaran ruang muncul dengan dibuatnya garis pijak (base line). Penafsiran ruang bersifat subjektif, tampak pada gambar “tembus pandang” (contoh: digambarkan orang makan di ruangan, seakan-akan dinding terbuat dari kaca). Gejala ini disebut dengan idioplastis (gambar terawang, tembus pandang). Misalnya gambar sebuah rumah yang seolah-olah terbuat dari kaca bening, hingga seluruh isi di dalam rumah kelihatan dengan jelas.
4. Masa Realisme Awal (Dawning Realism) : 9-12 tahun
      karya anak lebih menyerupai kenyataan. Kesadaran perspektif mulai muncul, namun berdasarkan penglihatan sendiri. Mereka menyatukan objek dalam lingkungan. Perhatian kepada objek sudah mulai rinci. Dalam menggambarkan objek, proporsi (perbandingan ukuran) belum dikuasai sepenuhnya. Pemahaman warna sudah mulai disadari. Penguasan konsep ruang mulai dikenalnya sehingga letak objek tidak lagi bertumpu pada garis dasar, melainkan pada bidang dasar sehingga mulai ditemukan garis horizon. Selain dikenalnya warna dan ruang, penguasaan unsur desain seperti keseimbangan dan irama mulai dikenal pada periode ini. Ada perbedaan kesenangan umum, misalnya: anak laki-laki lebih senang kepada menggambarkan kendaraan, anak perempuan kepada boneka atau bunga.
5. Masa Naturalisme Semu (Pseudo Naturalistic) : 12-14 tahun
      Pada masa naturalisme semu, kemampuan berfikir abstrak serta kesadaran sosialnya makin berkembang. Perhatian kepada seni mulai kritis, bahkan terhadap karyanya sendiri. Pengamatan kepada objek lebih rinci.
6. Masa Penentuan (Period of Decision) : 14-17 tahun.
Pada periode ini tumbuh kesadaran akan kemampuan diri. Perbedaan tipe individual makin tampak. Anak yang berbakat cenderung akan melanjutkan kegiatannya dengan rasa senang, tetapi yang merasa tidak berbakat akan meninggalkan kegiatan seni rupa, apalagi tanpa bimbingan. Dalam hal ini peranan guru banyak menentukan, terutama dalam meyakinkan bahwa keterlibatan manusia dengan seni akan berlangsung terus dalam kehidupan.  



B. TIPE GAMBAR ANAK-ANAK
Keberhasilan karya gambar buatan anak ditentukan oleh orisinalitas gambar yang sesuai dengan dunia anak-anak menurut perkembangan usianya. Berdasarkan bentuk, dikenal beberapa tipe gambar, yakni tipe visual, tipe haptik, dan tipe campuran. Gambar anak tipe visual, hasil menggambar mirip dengan obyek aslinya. Gambar anak tipe haptik, obyek yang digambar hanya yang menarik minat atau perasaannya, hasilnya berupa gambar yang tidak mirip dengan obyek aslinya. Kebanyakan gambar anak-anak berupa campuran yakni dengan ciri-ciri visual dan haptik.  

C. Peranan Seni Rupa
1. Peranan Bagi Anak Usia Dini Bermain bagi anak merupakan kegembiraan dan kesibukan yang penting. Hal ini dapat terlihat dari
a. keaktifan atau kesempetan bergerak, berekeperimen, berlomba, dan berkomunikasi.
b. Kesenangan anak-anak berkarya seni rupa, mereka akan bergerak-gerak dengan sadar atau tidak, mencoba-coba sesuatu yang diinginkan.
c. Dalam kelompok, mereka akan memcoba sesuatu yang diinginkannya
d. Apabila anak berhasil berkarya, dengan spontan ia akan berteriak dan bergerak, menandakan kegembiraannya.
2. Peranan Guru Peranan guru di kelas adalah menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya dan memahami karakteristik siswa sebagai anak didik di kelasnya.
3. Peranan Sekolah Peranan sekolah berperan sebagai tempat membina dan melatih diri melalui pengajaran dan pendidikan untuk mengatasi segala masalah di masyarakat kelak setelah anak menyelesaikan sekolah.  

D. Fungsi Seni Rupa
1. Fungsi Individual
Manusia terdiri dari unsur fisik dan psikis. Salah satu unsur psikis adalah emosi. Maka fungsi individual ini dibagi menjadi fungsi fisik dan fungsi emosi.
a. Fisik, yang berhubungan dengan fisik, seperti : busana, perabot, rumah alat transportasi dan sebagainya.
b. Emosional, dipenuhi melalui seni murni, baik dari senimannya maupun dari pengamatan atau konsumennya. Contoh: lukisan, patung, film, dan sebagainya.

2. Fungsi Sosial
Fungsi sosial Fungsi sosial merupakan suatu fungsi seni yang bermanfaat sebagai pemenuhan kebutuhan sosial suatu individu. Terdapat beberapa macam fungsi seni sebagai fungsi sosial, yaitu sebagai berikut :
a. Fungsi Rekreasi
         Kejenuhan seseorang karena aktifitasnya sehari-hari membuat seseorang membutuhkan penyegaran diri, misalnya diwaktu hari libur mangunjungi tempat-tempat rekreasi obyek wisata (rekreasi alam). Seni juga dapat dijadikan sebagai benda rekreasi misalnya seni pertunjukan sendra tari, pagelaran musik, pertunjukan teater dll. Seni sebagai rekreasi merupakan seni yang mampu menciptakan suatu kondisi tertentu yang bersifat penyegaran dan pembaharuan kondisi yang telah ada. Di era globalisasi ini kehadiran seni mendapatkan perhatian yang sangat serius dari banyak pihak (terkait dengan kebutuhan dan nilai ekonomi atau bisnis)
b. Fungsi Komunikasi
      Pada hakekatnya setiap orang berkomunikasi dengan manusia lain menggunakan bahasa karena merupakan sarana yang paling efektif, mudah, dan cepat untuk dimengerti. Namun begitu bahasa memiliki keterbatasan karena tidaklah mungkin semua orang menghafal semua bahasa yang ada. Oleh karena itulah dibutuhkan bahasa universal yaitu bahasa yang dapat dimengerti oleh semua orang. Seni diyakini dapat dipergunakan demi kepentingan tersebut. Misalnya Paranggi dapat berkomunikasi dengan orang di seluruh pelosok penjuru dunia melalui pertunjukan sendra tari, affandi melalui lukisannya, Shakespeare dapat berkomukasi melalui puisi-puisi nya dll. Tampaknya seni menjadi sangat efektif membantu orang untuk berkomunikasi karena seni dapat menembus batasan-batasn bahasa verbal maupun perbedaan lahiriah setiap orang. Hanya melalui seni manusia dapat berkomunikasi dengan dunia luar serta melalui seni kita dapat mengenal budaya bangsa lain.
c. Fungsi Rohani
        Kepercayaan religi tersebut terdapat dalam karya-karya moko, neraca, dolmen, menhir, candi pura, bangunan masjid, gereja, ukiran, relief, dsb. Manakah yang muncul pertama kali, kepercayaan religi atau seni terlebih dahulu? Dan hal tersebut tidak dapat dijawab secara pasti. Karl Barth berpendapat bahwa sumber keindahan adalah Tuhan. Agama sering dijadikan juga sebagai salah satu sumber inspirasi seni yang berfungsi untuk kepentingan keagamaan. Pengalaman-pengalaman religi tersebut tergambarkan dalam bentuk nilai estetika. Banyak media yang mereka pergunakan. Ada yang memakai suara, gerak, visual, dsb. Sebagai contoh yaitu kaligrafi arab, makam, relief, candi, gereja dll.
d. Fungsi Pendidikan
         Pendidikan dalam arti luas diartikan sebagai suatu kondisi tertentu yang memungkinkan terjadinya transformasi dan kegiatan sehingga mengakibatkan seseorang mengalami suatu kondisi tertentu yang lebih maju. Dlam sebuah pertunjukan seni, orang sering mendapatkan pendidikan secara tidak langsung karena di dalam setiap karya seni pasti ada pesan atau makna yang disampaikan. Disadari atau tidak, rangsangan-rangsangan yang ditimbulkan oleh seni merupakan alat pendidikan bagi seseorang. Seni bermanfaat untuk membimbing dan mendidik mental dan tingkah laku seseorang supaya berubah kepada kondisi yang lebih baik dan maju dari sebelumnya. Disinilah seni harus disadari mnumbuhkan nilai estetika dan etika kepada peserta didik.
e. Fungsi Artistik
        Dalam hal ini seni lebih berfungsi sebagai media ekspresi seniman dalam menyajikan karyanya tidak untuk hal yang komersil, seperti musik kontemporer, tari kontemporer, dan seni rupa kontenporer (seni hanya pertunjukan yang tidak bisa dinikmati pendengar atau pengunjung hanya bisa dinikmati oleh para seniman dan komunitasnya
f. Fungsi Guna
         Karya seni yang dibuat tanpa memperhitungkan kegunaannya kecuali sebagai media ekspresi (karya seni murni) atau pun dalam proses penciptaan mempertimbangkan aspek kegunaannya seperti perlengkapan atau peralatan rumah tangga yang berasal dari gerabah ataupun rotan
g. Fungsi kesehatan
         Seni sebagai fungsi kesehatan seperti pengobatan penderita gangguan physic ataupun medis distimulasi melalui terapi musik (disesuaikan dengan latar belakang pasien). Terbukti musik telah mampu digunakan untuk menyembuhkan penyandang autisme, gangguan psikologis, trauma pada suatu kejadian, dsb. Pada tahun 1999 Siegel menyatakan bahwa musik klasik menghasilkan gelombang alfa yang menenangkan dapat merangsang sistem limbic jaringan neuron otak dan gamelan menurut Gregorian dapat mempertajam pikiran.  
E. Seni Sebagai Alat Pendidikan
Tujuan pendidikan seni bukan untuk membina anak-anak menjadi seniman, melainkan untuk mendidik anak menjadi kreatif. Pendidikan seni rupa adalah mengembangkan keterampilan menggambar, menanamkan kesadaran budaya lokal, mengembangkan kemampuan apresiasi seni rupa, menyediakan kesempatan mengaktualisasikan diri, mengembangkan kemampuan apresiasi seni rupa, menyediakan kesempatan mengaktualisasi diri, mengembangkan penguasaan disiplin ilmu seni rupa, dan mempromosikan gagasan multikultural.  

G. Bermain Sebagai Bentuk Ekspresi Kretif Bebas Bagi Anak
Permainan bisa dikembangakan menjadi empat fungsi sesuai :
1. Dari segi perasaan, permainan dapat dikembangkan dengan latihan-latihan penjiwaan kearah drama
2. Dari segi intuisi, dikembangkan dengan cara mengekspresikan diri kea rah tari dan musik.
3. Dari segi sensasi, dapat dikembangkan dengan cara mengeksperikan diri kea rah desain plastis atau visual 4. Dari segi pikiran, dikembangkan dengan kegiatan-kegiatan kontruktif kea rah keahlian.  

H. Integrasi Seni dengan Studi Lain
1. Pemanfaatan benda-benda di sekeliling siswa untuk pembelajaran matematika di sekolah dasar. Dalam melaksanakan pembelajaran hendaknya guru mengaitkan teori pembelajaran dengan perkembangan anak.
2. Strategi Pembelajaran Apresiasi Puisi di Sekolah Dasar Mengarah kepada peningkatan kemampuan penalaran, kehalusan perasaan, imajinasi, serta kepekaaan terhadap masyarakat dan lingkungan sosial budaya Indonesia
3. Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber bahan pembelajaran IPS di sekolah dasar. Sumber bahan pembelajaran berupa lingkungan meliputi lingkungan sosial, lingkungan alam, lingkungan agama, lingkungan budaya dan lingkungan manusia atau sumber
4. Pola Pengajaran Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar Pelaksanaan pembelajarannya ditekankan pada aktivitas fisik. Aspek pencapaian yang paling dominan adalah ranah psikommetri
5. Penerapan metode Discovery – inquiri dalam pengajaran IPA di sekolah dasar metode Discovery – inquiri adalah salah satu metode pengajaran yang memungkinkan siswa terlibat secara aktif menggunakan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip materi yang sedang dipelajari.

BAB III PENUTUP 
A. Kesimpulan
       Pendidikan seni rupa merupakan sarana untuk pengembangan kreativitas anak dalam bentuk gambar. Pada tahap perkembangan peserta didik terdapat tahap-tahapan anak dalam mengggambar, yaitu pada masa Coreng-Moreng, masa pra bagan, masa bagan, dan masa realism, masa naturalisme semu, periode penentuan. Tujuan pendidikan seni rupa bukan untuk membina anak-anak menjadi seniman, melainkan untuk mendidik anak menjadi kreatif. Karena peranan seni rupa sangat penting baik bagi anak usia dini, guru dan sekolah. Seni merupakan aktifitas permainan, melalui permainan kita dapat mendidik anak dan membina kreativitasnya sedini mungkin

B. Saran
       Pendidikan seni rupa amatlah penting dalam suatu pembelajaran untuk menegtahui perkembangan peserta didik dalam penerapan pembelajaran Seni Rupa Sekolah Dasar, dengan bakat dan kreativitas anak kita dapat memahami dan menilai karakteristik kemampuan siswa dalam membuat gambar. Oleh karena itu pendidikan seni rupa perlu ditananmkan pada anak sejak usia dini, agar bakat yang dimiliki anak dapat dikembangkan sesuai dengan minat dan kreativitas yang dimiliki anak.

DAFTAR RUJUKAN
Bahan Ajar 4. Prodi Pendidikan Dasar PPS UNP

Friday, November 14, 2014

Aroma Premiership

SERBIA VS DENMARK
LAGA di Grup I kualifikasi Euro 2016, sabtu (15/11) dini hari, di stadion FK Partikel, bak partai final bagi SERBIA dan DENMARK.
Tuan rumah wajib menuai tiga angka jika tak ingin terus terjerembab di papan bawah.
    Sedangkan bagi DENMARK, laga ini menjadi momen untuk bangkit setelah digasak Portugal. Ambisi kedua tim untuk mendapatkan tiga angka membuat pertarungan bakal berlangsung ketat. Kekuatan atau materi pemain di kedua kubu yang sangat merata. Satu lagi, tak ada lagi informasi rahasia.
       Sebagian penggawa SERBIA dan DENMARK sedang atau pernah meniti karier di arena Premiership. Di kubu tuan rumah, nama Lazar Markovic, Alessandro Solaris dan Dusan tadi tentu sudah tak asing lagi bagi penggemar Premier League. Begitu juga aksi Christian Eriksen saat menjadi playmaker bagi Tottenham hotspur.
     Selain empat pemain diatas, serbia masih memiliki Beranilah Ivanov (Chelsea) dan Matikan Nasrani (Main City). Belum cukup, alumni Liga inggris juga menempel pada kiper Vladimir Stojkovic (Eks Wigan Athletic), Dusko Tosi ( Eks Potensinya) dan Zoran Tosi (Eks MU).
     Tim tamu punya dua penggawa yang masih berkarier di Inggris, yakni kiper Kasper Schmeichel dari Leicester City.  Dan William Kvist (Wigan Athletic). Di jajaran pensiunan ada bek tengah Lars Jocobsen (Eks blackburn dan west Ham), Daniel Jagger (eks Liverpool) dan Nicklas Webster (eks Arser).
      Tak pelak, komposisi pemain tersebut memberi aroma Britania Raya di lapangan. Namun pelatih Serbia Dick Advocaat menjamin tidak seratus persen timnya akan seperti itu. "Kami akan menampilkan sisi berbeda, karena memang tiga angka sangat penting untuk terus eksis dan bersaing dengan Denmark serta Portugal," tegas Advocaat, di lamanya situs resmi Federasi sepakbola Serbia www.fas.rs, kemarin.
       Ucapan sang Meneer juga berlaku untuk tim pendatang. Gelandang Denmark, Lasse Schone mengakui beberapa dari penggawa Serbia juga pernah bersamanya di Eredivisie alias Liga Belanda. Namun, ia memastikan timnya akan memainkan pola sendiri.

Resep Masakan. IKAN SALAI SEMALAM

Bahan:
. Ikan salai, IKAN asap jenis silais khas pekanbaru
. Bumbu khusus: berupa bawang merah, cabai, dan jahe.

Cara Membuat:
. Bahan ditumis sampai harum dan dicampur santan. Kelembutan rasa bumbu menyerap hingga bagian dalam Ikan yang terasa sampai akhir.
. Ikan Dalai semalam dapat dinikmati.

Wednesday, July 2, 2014

Cerpen Terjemahan Bahasa Indonesia

The Backward Fall (Jatuh Ke Atas)


Cerpen Karangan: Jason Helmandollar
Penerjemah: Harum Wibowo

“Ayah?” katanya. “Sumpah, aku tidak bisa mengingat kata-kata yang ada pada lagu-laguku sendiri.” Wanita itu berumur enam puluh dua tahun dan sedang duduk di pinggiran sofa, gitar akustik tuanya bertengger di atas lututnya.
Suaminya yang telah berumur empat puluh tujuh tahun berjalan ke dalam ruang keluarga dari dapur. “Apa itu, Bu?” dia berkata. Selama bertahun-tahun, semenjak mereka mendapatkan anak ketiga mereka, dia sudah memanggilnya Ibu dan istrinya memanggil dia Ayah.
“Aku tidak bisa mengingat bagaimana memulai sajak keduanya.”
“Hm, apa yang sedang kau nyanyikan?”
“Kau pasti sedang mengabaikanku. Aku dari tadi sedang mencoba untuk menyanyikan lagu yang sama selama dua puluh menit terakhir.”
George, suaminya, melihat ke atas atap. “Hm, mari kita lihat,” katanya, sambil menggosok pangkal janggutnya. “Picking Flowers in the Rain?” (Memetik Bunga di Tengah Hujan)
Wanita itu tersenyum dan memetik gitarnya dengan mendayu-dayu. “Tebakan yang beruntung.”
“Sajak yang kedua adalah ketika itu mulai hujan. Aku yakin, sesuatu akan tertetes di atas daun bunga.”
“Tentu saja.” Dia menganggukkan kepalanya sekali. “Bagaimana bisa aku melupakan itu?”
Dia mulai memainkannya lagi, kord sederhana dengan gitar kayu, dan menyanyikan lagu yang dia tulis ketika dia jauh lebih muda. Itu adalah cerita tentang dua sejoli yang berjalan di ladang bunga-bunga liar. Sebuah hujan yang hangat mulai turun, dan ketimbang berlari ke tempat berlindung, mereka memetik bunga bersama-sama dan menyadari bahwa mereka saling jatuh cinta.
“Ayah?” dia berkata. Sekarang umurnya enam puluh empat. “Bisakah kau ke lemari yang ada di samping pintu dan…”
“Ada apa, Bu?” dia berkata. Dia segera tegak bersiap-siap, tetap tenang untuk memberikan pertolongan. “Apa yang kau ingin aku lakukan?”
Dia melihat pandangan pada wajah istrinya dan menurunkan dirinya kembali ke kursinya. Dia benci pandangan itu, walaupun dia sering melihatnya, itu sudah menjadi teman lamanya yang jahat. Itu adalah pandangan kebingungan, salah satu dari ketakutan yang membingungkan.
“Aku lupa apa yang ku mau.” Dia menggeleng-gelengkan kepalanya, duduk kembali ke kursinya.
“Tidak apa-apa. Sudah biasa.”
Dia menatap ke depan. Kursi mereka tersusun tepat di depan televisi, tapi wanita tua itu sudah jarang menonton lagi. Setelah beberapa saat, dia membalikkan kepalanya ke arah suaminya. “Apa yang akan kita lakukan ketika aku tidak dapat mengingat apapun?”
“Para dokter mengatakan bahwa itu mungkin tidak akan menjadi lebih parah. Kau tahu itu.”
“Tapi bagaimana kalau itu benar-benar menjadi lebih parah? Bagaimana kalau suatu hari nanti aku terbangun dan sudah melupakan segala hal?”
Suaminya meraih meja kecil yang ada di antara mereka dan menepuk tangannya. “Kalau begitu aku tinggal mengingatkanmu tentang semuanya.”
Istrinya tersenyum pada saat itu juga dan pandangan jahat itu perlahan menghilang. Di atas televisi adalah sebuah mantel yang penuh dengan gambar. Seluruh keluarganya, mulai dari kakek-neneknya sampai cicit-cicitnya, bertengger di mantel itu. Dia mengabaikan televisi itu dan menatap ke gambar-gambar tersebut, walaupun itu sangat jauh untuk dapat benar-benar dilihat. Setelah beberapa menit, dia berkata, “Kakiku kedinginan. Maukah kau mengambilkan aku selimut dari lemari yang ada di samping pintu itu?”
“Apa kau sudah mengisi tangki seperti yang sudah kukatakan kepadamu?” dia bertanya. Sekarang umurnya enam puluh lima tahun. Dia juga berumur empat puluh delapan tahun. “Saat kita di jalan, aku tidak ingin berhenti untuk mengisi bensin.”
Suaminya melihat kepadanya selama beberapa saat, memendekkan kepalanya, dan berbalik menuju televisi.
“Tidakkah kau akan menjawabku?”
“Aku bahkan tidak tahu dengan apa yang kau bicarakan, Bu.”
“Tangkinya. Apa kau sudah mengisi tangki bensinnya?”
Sambil menghela napas, dia mematikan volume suara program TV yang sedang ditontonnya tentang orang-orang purba di Peru. Dia selalu ingin melihat reruntuhan suku Incan dari Machu Pichu. Beberapa tahun sebelumnya, dia pasrah dengan kenyataan bahwa dirinya tidak akan pernah bisa kesana. “Kenapa aku harus mengisi bensin mobilnya? Kita tidak akan pernah pergi ke manapun melainkan ke toko grosir sekali dalam seminggu.”
Istrinya tertawa dan menggeleng-gelengkan kepalanya. “Kau bisa menjadi pikun kadang-kadang. The Grand Canyon!”
“Grand Canyon?”
“Kita akan pergi ke sana besok.”
“Ibu, kita pernah pergi ke Grand Canyon lebih dari lima belas tahun yang lalu. Tidakkah kau ingat?”
Istrinya mengangkat jarinya untuk membenarkannya, berhenti sebentar, melihat ke arah yang tidak jelas dengan matanya yang tidak fokus. Jarinya berpindah ke bibir bawahnya. “Tapi, aku…”
Dia memperhatikannya sebentar sementara wajah istrinya menampakkan kekosongan – tanpa emosi, semua bukti yang pernah dipikirkan. Dia memikirkan Grand Canyon, yang mereka kunjungi segera setelah dia pensiun dari pabrik karena cacat. Pada hari pertamanya tanpa pekerjaan, dia mencairkan semua cek mereka dan membawa pulang sebuah motor. Mereka mengendarainya mengitari pedesaan – namun pertama-tama, ke Grand Canyon. Mereka menyebutnya Petualangan Besar, pelayaran pesiar mereka selama tiga tahun dari satu benua ke benua yang lain lalu kembali lagi. Mereka merasa sangat muda pada masa itu.
Suaminya menaikkan volume suara program TV-nya, dan seperti yang biasanya dia lakukan setiap menit di setiap harinya, dia mencoba bernapas melalui jantungnya yang berdetak kencang.
“Kudengar mereka punya anak keledai yang bisa kau naiki untuk turun menyusuri tebing,” isrinya berkata. “Apa kau pikir itu benar?”
Tangan istrinya beristirahat di atas meja yang berada di antara mereka. Suaminya meraih dan menggenggam tangan istrinya. Di dalam pikiran matanya, dia melihat badan istrinya bergoyang-goyang ke depan dan ke belakang saat anak keledai itu melewati jalan yang berbatuan, rambut abu-abu-nya yang kemerah-merahan bersinar dari belakang oleh sinar matahari di gurun.
“Ya, aku yakin itu,” suaminya berkata.
Sebuah tangan di pundaknya membangunkannya dari tidur. Suaminya menyangga dirinya sendiri di tempat tidur dan melihat ke arah jam dinding. Hampir jam empat pagi. “Ada apa. Bu? Ada masalah apa?”
“Aku perlu memberitahumu sesuatu.” Sekarang dia berumur enam puluh tujuh tahun. Dia juga berumur tiga puluh satu tahun.
Suaminya duduk dan menyalakan lampu.
“Wendell Thurber menciumku di mulut hari ini,” katanya.
“Wendell Thurber?”
“Kami sudah sering makan siang bersama akhir-akhir ini dan hari ini dia menciumku.” Dia merendahkan matanya ke arah selimut. “Dia melakukan itu sebelum aku tahu apa yang sedang terjadi.”
George ingat pembicaraan ini. Itu sudah bertahun-tahun lamanya, pada saat ketika istrinya bekerja di pabrik selama beberapa bulan untuk membantunya menabung membeli rumah pertama mereka. Suaminya menatap ke arahnya tapi tidak mengatakan apa-apa.
“Begini, George,” dia berkata. “Hal-hal sudah mulai tidak benar dengan kita berdua selama ini. Kau tidak terlihat menghargaiku lagi.”
“Aku menghargaimu.”
“Kau tidak bertingkah seperti itu.”
Pada saat itu, dia tidak bertindak seperti itu. Untuk beberapa alasan, dia sudah mulai mengabaikan istrinya, untuk menerima istrinya apa-adanya, tanpa menyadari dia sedang melakukan itu. Ini adalah percakapan ketika istrinya memanggilnya.
“Aku sudah jatuh cinta pada Wendell Thurber selama beberapa saat,” katanya. “Hari ini, dia menunjukkan bahwa dia juga merasakan hal yang sama.” Dia mencengkeram selimut itu ke arahnya. “Aku mengatakan ini karena aku mencintaimu. Aku hanya ingin kau tahu bahwa di luar sana ada banyak pria lain yang mungkin memperlakukanku dengan selayaknya.”
Itu benar-benar kesempatannya. Suaminya mungkin saja dapat marah, dan memanggilnya perempuan jal*ng. Dia bisa saja pergi. Istrinya mempertaruhkan semua nyawanya pada reaksi suaminya pada sebuah ciuman dari seorang pria lain. Dan itu berhasil. Ketimbang menjadi marah, suaminya merangkulnya di pelukannya. Dia berubah. Dia mulai menjadi baik lagi kepada istrinya.
Lau kemudian, sebuah hal yang ajaib terjadi. Semakin dia baik kepada istrinya, dan melakukan hal-hal yang membuatnya senang, semakin banyak pula istrinya melakukan hal yang sama kepada suaminya. Langsung saja itu menjadi seperti sebuah kontes untuk melihat siapa yang dapat menjadi pasangan terbaik, siapa yang dapat memberikan cinta paling banyak.
Dengan tersenyum, dia menarik istrinya ke pelukannya. “Aku akan berubah,” katanya. “Aku berjanji.”
“Apa yang kau bicarakan?” kata istrinya.
Dia melihat ke bawah dan mendapati mata istrinya terpaku menatap jam dinding.
“Sekarang jam empat pagi,” katanya. “Kenapa kau bangun?”
“Aku… tidak bisa tidur.”
“Hm, matikan lampunya dan cobalah berusaha lebih keras.” Dia berbaring lagi dan berbalik ke arahnya.
Dia melihatnya untuk waktu yang lama. Lalu dia mematikan lampunya dan menutup matanya dalam kegelapan.
“Aku tahu kau mencuri cincinku,” kata wanita itu. “Dimana itu?” matanya menyipit tetapi berapi-api. Sekarang dia berumur dua puluh tiga dan enampuluh delapan tahun.
“Aku tidak tahu dimana itu, Bu.” Dia berdiri di dapur, pecahan gelas rusak dari teko kopi itu berserakan di sekeliling kakinya.
“Kau pembohong.”
“Kau pasti sudah menyembunyikan itu lagi. Tenang saja dan kita akan mencarinya.”
Dia meraung, sebuah suara yang tak disangka-sangka oleh suaminya bahwa istrinya dapat melakukannya, dan dia mengambil mangkuk buah.
Menarik tangannya di atas wajahnya, dia berkata, “Tolong jangan lemparkan apapun kepadaku, Bu.”
“Berhenti memanggilku seperti itu! Aku bukan ibumu. Kau hanyalah seorang lelaki tua yang kotor.”
“Apa kau tidak sadar siapa aku? Ini aku, George.”
Dia menghempaskan mangkuk itu kembali ke rak, cukup keras untuk membuatnya retak. “Kau bukanlah George-ku. Kau adalah lelaki tua. Kau membuatku terperangkap di sini. Kau mencuri semua uangku, dan sekarang kau mengambil cincin pernikahanku.”
“Itu sama sekali tidak benar.”
Dia tidak mengatakan apa-apa selama beberapa saat, bernapas kencang.
“Aku memberikanmu cincin itu,” kata suaminya. “Tidak mungkin aku mengambilnya darimu.”
Dia bernapas dengan lebih kencang, hampir terengah-engah. Air mata mengelilingi matanya dan itu menggesek pada hati suaminya lebih dari apapun.
“Tolonglah,” kata suaminya.
Tiba-tiba, istrinya berbalik dan berlari keluar dapur. Dia mendengar hantaman layar pintu depan, dan dengan pikiran istrinya di jalanan, hilang, terluka, dia melangkah melintasi gelas pecah itu dan berlari mengejar istrinya. Dia sudah tidak pernah berlari selama bertahun-tahun. Hatinya terasa luas, menggembung di dadanya. Dia membawa istrinya di lelumpuran di pinggir jalan, jari-jarinya yang terkilir, encok karena radang sendi, menarik gaun malam istrinya. Istrinya menampar wajahnya, mendentumkan dadanya. Dia hanya punya tenaga untuk mengatakan dimana istrinya sekarang, menggeliat kesakitan di lumpur yang dingin.
Segera dia berhenti meronta-ronta. Badannya menggulung dan gemetaran. Suaminya membujuknya untuk berdiri lalu berjalan ke rumah. Ketika air hangat dari shower mengguyur, suaminya berdiri di bak mandi di sebelahnya dan memindahkannya di bawah percikan air. Lumpurnya bergulung dari rambut istrinya yang putih dan kulitnya yang putih dan bercampur dengan darah yang berputar-putar membentuk spiral pink dari kakinya.
Sekarang dia enam belas tahun. Lelaki tua itu menatapnya lagi, tapi dia mengabaikannya seperti yang biasa dia lakukan. Dia punya hal yang lebih penting untuk dipikirkan daripada lelaki tua yang selalu cemas dan menangis.
George akan datang hari ini. Dia tahu bahwa dia akan datang untuk menanyakan jika dia bisa memacarinya. Dia memacari saudara perempuannya selama beberapa minggu, tapi itu tidak mengarah kemana-mana. Saudara perempuannya cantik, tapi George tidak bisa berhenti melihat melampaui pundaknya pada seorang gadis yang lebih muda dengan rambut hitam yang panjang. Hari ini, dia akan datang untuknya.
Gadis itu melangkah keluar ke beranda depan. Sebuah jalan setapak yang kotor berada di depan rumahnya, turun bukit sampai ke permukaannya, lalu kemudian mengitari belokan dimana itu menghilang ke dalam lautan kecil pohon cemara. Di sisi lain cemara-cemara itu terdapat jembatan kayu yang membentang sungai Sandy dan kemudian ada lintasan kereta api.
Gadis itu memutar kepalanya dan melihat bahwa lelaki tua itu berada di luar beranda sekarang, duduk dengan kedua tangannya menyilang di pahanya.
“Apa maumu?” katanya kepada lelaki itu.
Mengangkat lengannya dengan berlagak tidak bersalah, dia menjawab, “Kenapa, tidak ada, Bu. Aku hanya menonton TV.”
Lelaki tua itu gila. Gadis itu susah mengerti maksud dari perkataannya.
Wanita itu berbalik ke jalan. Dan di sanalah lelaki itu muncul dari antara cemara-cemara, mengenakan jeans dan kaos putih menggantung dengan bebas di perawakannya yang kurus namun terlihat kokoh. Lelaki itu berjalan dengan gayanya yang santai, kakinya sedikit bengkok ke dalam, saat dia membuat belokan dan kemudian merendahkan kepalanya untuk perjalanan panjang ke atas bukit. Setelah beberapa saat, dia melihat ke atas dan gadis itu melambaikan tangannya. Ini adalah seorang lelaki yang terlalu angkuh untuk melambai, tetapi tidak terlalu angkuh untuk memetik seikat bunga-bunga liar yang sekarang gadis itu lihat tercengkeram di genggaman lelaki itu. Bunga-bunga itu membuatnya tersenyum, dan dalam pikirannya kata-kata untuk sebuah lagu mulai terbentuk. Gadis itu tahu tanpa ragu sedikitpun bahwa inilah lelaki yang akan dia cintai selama masa hidupnya.
“Kau melambaikan tangan pada siapa, Bu?” lelaki itu berkata.
“Suamiku,” katanya.
“Hm, aku tepat ada disini. Kau melambai pada dinding.”
Lelaki tua yang malang. Dia gila, tapi baik. Wanita itu berputar dan melambai padanya.
Mengangkat tangannya sebagai balasan, lelaki itu berkata, “Hallo, sayang.”
Wajah-wajah itu berada di sekelilingnya, mengitarinya. Wanita itu tidak dapat bergerak, tapi dia bisa memperhatikan mereka. Wajah-wajah itu tidak punya nama. Di dalam dirinya, tidak ada ingatan dia adalah seorang bayi. Dia punya indra yang tidak jelas bahwa sesuatu sudah dilucuti darinya, dirobek melawan kehendaknya, tapi ini tidak membuatnya marah. Wajah-wajah itu membuatnya merasa nyaman. Walaupun mereka tidak punya nama, dia tahu bahwa mereka menyayanginya, dan dia juga mencintai mereka.
Dia merasakan dirinya bernapas. Dengan pelan. Menarik napas dan mengeluarkannya.
Wajah-wajah itu memudarkan penglihatannya, pada suatu saat. Kata-kata yang tidak diketahui keluar dari bibirnya. Air mata jatuh dari matanya yang sedih. Dia bernapas pada setiap wajah dan itu menenangkannya. Yang terakhir adalah wajah yang terlihat familiar. Bentuknya familiar – teksturnya yang berpasir saat sebuah pipi menekan pipinya. Bibir yang familiar menyentuh keningnya. Dia memperhatikan wajah ini dan sadar bahwa saat semua informasi sudah dilucuti darinya, sebuah perasaan masih bertahan. Tidak tersentuh.
Wajah-wajah itu memenuhinya dengan rasa aman, dan dia menemukan dirinya mempunyai tenaga untuk jatuh kebelakang untuk terakhir kalinya.
Dia sekarang berada di dalam rahim, dikelilingi oleh air yang hangat. Di air itu, tidak perlu bernapas. Jadi dia berhenti. Matanya mulai menutup.
Dia melihat George di depannya. Dia sangat jauh, tapi dia sudah berbelok. Dia tahu bahwa mereka tidak akan bersama-sama untuk beberapa waktu, tapi itu tidak apa-apa. Kepala lelaki itu menunduk ke bawah dan dia sudah mulai mendaki ke atas bukit yang tinggi.
(Untuk Joann and Clyde)

Cerpen Terjemahan Bahasa Indonesia


Death By Scrabble (Mati Karena Scrabble)


Pengarang: Charlie Fish
Penerjemah: Harum Wibowo



Hari itu sangat panas and aku benci sekali dengan istriku.
Kami sedang bermain Scrabble. Seburuk itulah. Umurku empat puluh dua tahun, sungguh hari Minggu yang panas dan satu-satunya hal yang terpikirkan dalam hidupku saat ini hanyalah bermain Scrabble.
Aku seharusnya pergi ke luar, olahraga, menghambur-hamburkan uang, bertemu dengan orang-orang. Kurasa aku belum berbicara dengan siapapun selain istriku semenjak Kamis pagi. Pada hari Kamis tersebut aku berbicara dengan pengantar susu saja.
Huruf-huruf yang kudapat sangat kacau.
Aku memainkan BEGIN (mulai) dengan baik dan benar. Dengan huruf N berada di atas bintang pink. Dua puluh dua poin.
Kulihat expresi puas istriku saat dia menyusun huruf-hurufnya. Clack, clack, clack. Aku benci dia. Kalau saja dia tidak ada, aku pasti sedang melakukan sesuatu yang menyenangkan saat ini. Aku mungkin bisa mendaki gunung Kilimanjaro. Aku bisa membintangi film blockbuster Hollywood yang terbaru. Aku bisa mengarungi Vendee Globe dengan clipper1 60 kaki yang disebut New Horizons – entahlah, tapi aku pasti akan melakukan sesuatu.

Dia memainkan JINXED (dikutuk), dengan huruf J di atas ‘double-letter score’. 30 poin. Dia sudah mengalahkanku. Mungkin aku harus membunuhnya.
Andai saja aku punya huruf D, aku bisa memainkan MURDER (membunuh). Itu akan menjadi sebuah pertanda. Itu akan menjadi ‘izin’2.
Aku mulai menggigiti huruf U milikku. Aku tahu itu adalah kebiasaan yang buruk. Semua pinggiran huruf-hurufnya menjadi berjumbai. Aku memainkan WARMER (lebih hangat) untuk 22 poin, sebenarnya hanya agar aku tetap bisa menggigiti huruf U milikku.
Saat aku hendak mengambil huruf-huruf baru dari kantong, aku berpikir – huruf-huruf itu akan memberitahuku apa yang harus kulakukan. Jika aku mengeja KILL (membunuh) atau STAB (menusuk), atau namanya, atau apapun itu, aku akan melakukannya segera. Aku akan langsung menghabisinya.
Rak milikku ter-eja MIHZPA. Ditambah dengan huruf U yang ada di dalam mulutku. Sial.
Panas matahari menyerangku melaui jendela. Aku bisa mendengar suara serangga-serangga yang berdengung di luar. Kuharap itu bukan sekumpulan lebah. Sepupuku, Harold, pernah menelan seekor lebah saat dia berumur sembilan tahun, tenggorokannya membengkak dan dia akhirnya meninggal. Kuharap, kalau itu benar-benar sekumpulan lebah, mereka akan terbang ke dalam tenggorokan istriku.
Dia memainkan SWEATIER (lebih berkeringat), menggunakan semua huruf-hurufnya. 24 poin ditambah 50 poin bonus. Kalau saja hari itu tidak terlalu panas untuk bergerak, aku pasti sudah mencekiknya sekarang.
Aku semakin berkeringat. Kuharap akan ada hujan untuk menyejukkan udara. Saat pikiran itu melintas di kepalaku, aku menemukan sebuah kata yang bagus. HUMID (lembab) di atas ‘double-word score’, menggunakan huruf D dari JINXED. Huruf U-nya menciptakan suara cipratan kecil karena air liurku saat aku menaruhnya. 22 poin lagi. Kuharap dia mendapatkan huruf-huruf yang jelek3.
Dia bilang padaku kalau dia mendapatkan huruf-huruf yang jelek. Entah kenapa, aku jadi semakin membencinya.
Dia memainkan FAN (kipas), dengan huruf F di atas ‘double letter’, dan bangkit untuk mengisi ceret dan menyalakan AC.
Itu merupakan hari terpanas sepanjang sepuluh tahun belakangan dan istriku sedang menyalakan ceret listriknya. Inilah alasannya kenapa aku sangat membenci istriku. Aku memainkan ZAPS (suara sentruman listrik), dengan huruf Z di atas ‘double-letter’, dan istriku terkena sengatan listrik dari unit AC. Aku sangat puas melihatnya.
Dia duduk kembali dengan helaan nafas yang berat dan mulai mengatur huruf-hurufnya lagi. Clack clack. Clack clack. Aku merasakan kegusaran hebat membentuk di dalam diriku. Ada semacam racun yang secara perlahan menyebar melalui anggota-anggota tubuhku, dan ketika itu sampai di ubun-ubunku, aku akan segera meloncat dari kursiku, menumpahkan semuatile4 Scrabble di atas lantai, dan aku akan mulai memukulnya lagi, lagi, dan lagi.
Kemarahanku sampai ke ubun-ubunku  lalu meledak. Jantungku berdetak dengan kencang. Aku bermandikan peluh. Kurasa wajahku sebenarnya mengencang. Kemudian aku menghela nafas dalam-dalam, lalu duduk kembali di kursiku. Ceretnya mulai mengeluarkan suara seperti kereta api uap. Semakin kencang suaranya, semakin aku merasa kepanasan.
Dia memainkan READY (siap) di atas ‘double-word’ untuk 18 poin, lalu pergi untuk menuangkan teh untuknya sendiri. Tidak, aku tidak ingin teh.
Aku mencuri sebuah tile kosong5 dari kantong huruf ketida dia tidak melihatnya, dan melemparkan balik huruf V dari rak-ku. Dia melemparkan tatapan curiga padaku. Dia duduk kembali dengan segelas teh, membuat bekas melingkar di atas meja6, saat aku memainkan kata dengan delapan huruf: CHEATING (curang), menggunakan huruf A dari kata READY. 64 poin, termasuk 50 poin bonus, artinya aku mengalahkannya sekarang.
Dia bertanya kalau aku curang.
Aku amat sangat membencinya.
Dia memainkan IGNORE (mangabaikan) di atas ‘triple-word’ untuk 21 poin. Skor sementara adalah 153 poin untuknya, dan 155 poin untukku.
Uap naik dari cangkirnya, membuatku semakin merasa kepanasan. Aku mencoba membuat kata-kata mematikan dengan huruf-huruf yang ada di rak-ku, tapi kata terbaik yang dapat kususun adalah SLEEP (tidur).
Istriku tidur sepanjang waktu. Dia tertidur saat tetangga sebelah kami sedang bertengkar yang mengakibatkan rusaknya sebuah pintu, TV hancur, dan sebuah boneka Teletubby Lala dengan semua kapas-kapasnya keluar dari dalam. Kemudian dia marah-marah padaku karena bersikap murung keesokan harinya karena aku kurang tidur.
Andai saja ada jalan agar aku bisa menyingkirkannya.
Aku melihat kesempatan untuk menggunakan semua huruf-hurufku. EXPLODES (meledak), dengan menggunakan huruf X dari JINXED. 72 poin. Itu akan mengejutkannya.
Saat aku menaruh huruf terakhir, ada sebuah ledakan yang memekakkan telinga lalu AC-nya rusak.
Jantungku berpacu kencang, tapi bukan karena keterkejutanku oleh ledakan tadi. Aku tidak percaya – tapi itu tidak mungkin sebuah kebetulan. Huruf-hurufnya menjadi nyata. Aku memainkan kata EXPLODES, dan itu terjadi – AC-nya meledak. Dan sebelumnya, aku memainkan kata CHEATING ketika aku bermain curang. Dan ZAP ketika istriku tersengat listrik. Kata-kata itu menjadi kenyataan. Huruf-hurufnya memilih masa depan mereka. Seluruh permainannya dikutuk (JINXED).
Istriku memainkan SIGN (pertanda), dengan huruf N di atas ‘triple-letter’ untuk 10 poin.
Aku harus mencoba ini.
Aku harus memainkan sesuatu dan melihat jika itu akan benar-benar terjadi. Sesuatu yang tidak akan mungkin terjadi, untuk membuktikan bahwa huruf-hurufnya berubah menjadi kenyataan. Rak-ku membentuk ABQYFWE. Itu tidak memberiku banyak pilihan. Aku mulai mengigiti huruf B milikku dengan kebingungan.
Aku memainkan FLY (terbang), menggunakan huruf L dari EXPLODES. Aku duduk menyandar di kursi dan menutup kedua mataku, menunggu sensasi naik ke udara dari kursiku. Menunggu untuk terbang.
Bodoh. Aku membuka mataku, dan ada seekor lalat (fly) di sana, mendengung di atas papan Scrabble, meluncur di suhu panas dari gelas teh yang hangat-hangat kuku. Itu tidak membuktikan apapun. Lalat itu bisa saja sudah ada di sana dari tadi.
Aku harus memainkan sesuatu yang tidak ambigu. Sesuatu yang tidak bisa disalahartikan. Sesuatu yang absolute dan pasti. Sesuatu yang membunuh.
Istriku memainkan CAUTION (berhati-hati/peringatan), menggunakan tile kosong untuk huruf N-nya. 18 poin.
Rak-ku terdapat AQWEUK, ditambah huruf B di mulutku. Aku terkesima dengan kekuatan huruf-hurufnya, dan frustasi karena aku tidak dapat memanfaatkannya. Mungkin aku harus berbuat curang lagi, dan mengambil huruf yang aku butuhkan untuk membentuk SLASH (menyayat) atau SLAY (membunuh).
Lalu aku mendapatkan sebuah ide. Kata yang sempurna. Sebuah kata yang sangat kuat, berbahaya, dan mengerikan.
Aku memainkan QUAKE (gempa) untuk 19 poin.
Aku penasaran jika kekuatan gempa itu akan sebanding dengan jumlah skor-nya. Aku dapat merasakan getaran energy yang sangat besar di urat nadiku. Aku sedang memerintahkan takdir. Aku memanipulasi takdir.
Istriku memainkan DEATH (mati) untuk 34 poin, sesaat setelah ruangan mulai bergetar.
Aku ter-engah karena keterkejutan dan dendam – dan huruf B yang sedari tadi kukunyah menyangkut di tenggorokanku. Aku mencoba untuk batuk. Wajahku menjadi merah, kemudian berubah menjadi biru pucat. Tenggorokanku membengkak. Darah keluar dari leher karena tercakar-cakar olehku. Gempa tersebut memuncak.
Aku jatuh ke lantai. Istriku hanya duduk di sana, memperhatikan.



˜ The End 
 

SURAT PERNYATAAN PERMOHONAN MAAF


Dalam situasi dunia yang berkesinambungan dan terus berkembang. kadang kala kita tidak sengaja maupun disengaja melakukan kesalahan, maka untuk memberbaikinya  sebelum atau mungkin digunakan sesudah tidak pelaporan ke Kepolisian digunakan surat pernyataan permohonan maaf berikut contohnya semoga sukses dan masalah anda lekas teratasi.

 
Lubuklinggau, 28 April 2014

Kepada Yth. Pimpinan/
Wakil Pimpinan PTC
di-  
          Lubuklinggau


Saya  yang bertanda tangan dibawah ini  :

Nama                   :    Roi
Alamat                 :    Desa Pedang, Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas
Umur                   :    46 Tahun

Selaku Wali dari yang :

Bernama                          :    IKA
Tempat Tgl Lahir             :    Pedang, 21 Maret 1991

Berkenaan terjadinya dugaan pencurian di Pusat Perbelajaan PTL di Keluarahan Taba Koji pada tanggal 28 Juni 2014 Hari Rabu Pukul 17.00 WIB. Dengan hal tersebut. Saya selaku Wali pelaku dugaan pencurian menyadari kesalahan anak kami yang tersebut di atas melakukan tindakan hukum. Kami bertanggung jawab menggantikan kerugian perusahaan PTL yang telah dilakukan oleh anak kami, maka dengan ini kami menyatakan
Point :
1.      Kami mohon maaf atas segala kekliruan kesalahan, khilpan atas kejadian dalam proses pengurusan masalah ini.
2.      Kepada semua jajaran dan pimpinan PTC Cabang Lubuklinggau, kami berjanji untuk tidak lagi mengulangi  perbuatan ini / Pencurian ini
3.      Bahwa kami dengan ini ikhlas memkembalikan segala kerugian yang telah diderita oleh Pihak PTC Cabang Lubuklinggau atas kejadian pencurian ini

Demikianlah surat pernyataan dan permohonan maaf kami. Apa yang kami uraikan di atas ungkapan dari hati nurani kami selaku Wali.   

Lubuklinggau, 28 April 2014
Permohon,



( ROI )

Kuato Seleksi Penerimaan CPNS 2014 Lubuklinggau - Musi Rawas

Menteri Negara Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) menyetujui kuato 178 formasi dalam seleksi CPNS 20114. Rincian untuk Kabupaten Musi Rawas 103 dari 279 formasi CPNS yang diajukan ke BKPP. Sedangkan untuk Kota Lubuklinggau KemenPan RB hanya memberikan jatah 75 formasi.
Formasi CPNS Kabupaten Musi Rawas akan mempriritaskan tenaga teknis dan strategis. Sedangkan untuk guru dan tenaga kesehatan masih tersedia namun tidak sebanyak tahun sebelumnya. Untuk metode prekrutan masih akan menggunakan Computer Assisted Test (CAT). Sedangkan jumlah masing-masing formasi seperti teknis dan kesehatan belum dapat diinformasikan lanjutan dari Menpan RB.

Numun Jika Juli Sudah mengetahui informasi kemungkinan tesnya akan dilakukan pada Agustus atau September.

Terpisah Walikota Lubuklinggau H. SN Prana Putra Sohe didampingi Kepala BKD Kota Lubuklinggau Iksan Soni menyatakan, pihaknya masih berupaya melakukan usulan penambahan formasi ke MenPan. Lanjutnya system penerimaan CPNS 2014 nantinya menggunakan CAT. Untuk persiapan komputer telah disediakan 200 unit.

Mengenai syarat masuk CPNS Kota Lubuklinggau sambungnya calon pelamar hasus mengantongi KTP lubuklinggau. Setelah lulus CAT dilanjutkan tes wawancara. Meski nantinya passing great diumumkan Menpan memenuhi syarat, bukan berarti calon peserta lulus masuk CPNS. "Kami nanti ambil dari peringkat pertama sampai kebutuhannya, lalu dilakukan tes wawancara. Siapa yang lulus, ia yang berhak sebagai CPNS. Tapi aturan ini masih diajukan ke Menpan,"terangnya