This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, October 20, 2015

Makalah PRODUKSI BIBIT BENIH TANAMAN PAKAN


BAB I PENDAHULUAN

1.1 Asal usul tanaman jagung
Berdasarkan temuan-temuan genetik, antropologi, dan arkeologi diketahui bahwa daerah asal jagung adalah Amerika Tengah (Meksiko bagian selatan). Budidaya jagung telah dilakukan di daerah ini 10.000 tahun yang lalu, lalu teknologi ini dibawa ke Amerika Selatan (Ekuador) sekitar 7000 tahun yang lalu, dan mencapai daerah pegunungan di selatan Peru pada 4.000 tahun yang lalu. [1] Kajian filogenetik menunjukkan bahwa jagung budidaya (Zea mays ssp. mays) merupakan keturunan langsung dari teosinte (Zea mays ssp. parviglumis). Dalam proses domestikasinya, yang berlangsung paling tidak 7.000 tahun oleh penduduk asli setempat, masuk gen-gen dari subspesies lain, terutama Zea mays ssp. mexicana. Istilah teosinte sebenarnya digunakan untuk menggambarkan semua spesies dalam genus Zea, kecuali Zea mays ssp. mays. Proses domestikasi menjadikan jagung merupakan satu-satunya spesies tumbuhan yang tidak dapat hidup secara liar di alam. Hingga kini dikenal 50.000 kultivar jagung, baik yang terbentuk secara alami maupun dirakit melalui pemuliaan tanaman.
Banyak pendapat dan teori mengenai asal tanaman jagung, tetapi secara umum para ahli sependapat bahwa jagung berasal dari Amerika Tengah atau Amerika Selatan. Jagung secara historis terkait erat dengan suku Indian, yang telah menjadikan jagung sebagai bahan makanan sejak 10.000 tahun yang lalu.
• Teori Asal Asia
Tanaman jagung yang ada di wilayah Asia diduga berasal dari Himalaya. Hal ini ditandai oleh ditemukannya tanaman keturunan jali (jagung jali, Coix spp) dengan famili Aropogoneae.Kedua spesies ini mempunyai lima pasang kromosom. Namun teori ini tidak mendapat banyak dukungan.
• Teori Asal Andean
Tanaman jagung berasal dari dataran tinggi Andean Peru, Bolivia, dan kuador. Hal ini dukung oleh hipotesis bahwa jagung berasal dari Amerika elatan dan jagung Andean mempunyai keragaman genetic yang luas terutama di daratan tinggi peru. kelemahan teori inia adalah ditemukannya kerabat liar seperti teosinte di dataran tinggi tersebut. Mangelsdorf seorang ahli biologi evolusi yang menghususkan perhatian pada tanamn jagung menampik hipotesis ini.
• Teori Asal Meksiko
Banyak ilmuwan percaya bahwa jagung berasal dari Meksiko, karena jagung dan spesies liar jagung teosinte sejak lama ditemukan di daerah tersebut, dan masih ada di habitat asli hingga sekarang. Ini juga mendukung ditemukannya fosil tepung sari dan tongkol jagung dalam gua, dan kedua spesies mempunyai keragaman genetic yang luas. Teosinte dipercaya sebagai nenek moyang tanaman jagung. Jagung telah dibudidayakan di Amerika Tengah mecsiko bagian selatan sekitar 8000 – 10.000 tahun yang lalu.dari penggalian di temukan jagung berukuran kecil, yang diperkirakan usianya mencapai sekitar 7000 tahun. Menurut pendapat beberapa ahli botani teosinte Zea mays spp.sebagai nenek moyang tanaman jagung merupakan tumbuhan liar yang berasal dari lembah sungai Balsas. Lembah di meksiko selatan. Bukti genetic antropologi arkeologi menunjukkan bahwa daerah asal jagung adalah di Amerika Selatan daerah ini jagung tersebar dan di tanam di seluruh dunia.
1.2 Perumusan Masalah
Dari uraian di atas dan dengan dilakukan praktek kemudian pengamatan pada tanaman jagung, maka permaslahan yang timbul adalah mengapa tanaman jagung tumbuh sesuai dengan yang diharapkan dan penngaruh apa saja yang menghambat pertumbuhan jagung?
1.3 Tujuan dan Manfaat
Tujuan:
Ø  Untuk mengetahui pertumbuhan tanaman jagung
Ø  Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhannya
Manfaat:
Ø  Untuk membantu dalam penyediaan bahan pakan bagi manusia maupun ternak
Ø  Agar dapat mengetahui sistim pertanaman jagung yang baik dan benar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Jagung
Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari bulir), dibuat tepung (dari bulir, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung bulir dan tepung tongkolnya). Tongkol jagung kaya akan pentosa, yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi.
Tanaman jagung telah dibudidayakan sekitar 10.000 tahun yang lalu di Amerika Tengah (Meksiko bagian selatan) kemudian berkembang ke Amerika Selatan (Ekuador) sekitar 7000 tahun yang lalu, serta mencapai daerah pegunungan di selatan Peru 4.000 tahun yang lalu. Kajian filogenetik menunjukkan bahwa tanaman jagung (Zea mays ssp. mays) merupakan keturunan dari teosinte (Zea mays ssp. parviglumis).
Jagung termasuk tanaman berumah satu dengan bunga betina terletak pada infloresen yang berbeda dengan bunga jantannya, tetapi masih berada dalam satu tanaman. Bunga jantan tersusun dalam bulir rapat, terletak pada ujung batang, dinamakan malai atau tassel. Bunga betinanya terletak di ketiak daun berbentuk tongkol. Biasanya, bunga betina terletak pada buku keenam atau kedelapan dari atas terus pada setiap buku dibawahnya. Masa berbunga tanaman jagung terjadi saat umur 50 HSS (Hari Setelah Tanam). Warna bulir jagung ditentukan oleh warna aleuron (lapisan luar) dan endosperma. Satu tongkol buah ini dapat terbentuk berbagai bulir dengan warna berbeda-beda, karena dalam setiap bulir diserbuki oleh serbuk sari yang berbeda-beda. Tanaman jagung bersifat protandri, yaitu bunga jantan tumbuh 1-2 hari sebelum munculnya rambut pada bunga betina. Bunga betina tanaman jagung meliputi, tangkai, tunas, tongkol, klobot, calon biji, calon janggel, penutup klobot, dan rambut. Pertumbuhan tanaman jagung bersifat apikal dominan, yaitu titik dominasi pertumbuhan ada pada pucuk batang, mengakibatkan tongkol paling atas berkembang lebih besar daripada tongkol di bawahnya sehingga terjadi kompetisi antartongkol.
2.2 Klasifikasi Tanaman Jagung
Klasifikasi Tanaman :
Kingdom: Plantae (Tumbuhan
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus : Zea
Spesies : Zea mays L.
2.3 Jenis - Jenis Jagung
2.3.1 Jagung Biru atau Hitam



Saya pernah penasaran dengan jagung biru dan hitam, karena jagung ini warnanya cenderung gotic yang bagi saya keren sekali bila bisa saya tanam di pekarangan rumah saya. Dan ternyata benar, benar-benar ada jagung hitam dan biru. Penelusuran lebih jauh di internet, saya menemukan bahwa jagung biru dan hitam sebenarnya cenderung sama. Hanya penyebutannya yang berbeda, karena biru yang dihasilkan dari jagung ini memang cenderung gelap kehitaman. Bahkan menurt www.wisegeek.com, jagung biru (atau hitam) adalah salah satu jenis varietas yang paling tua.
Corn, indigenous to the Americas, is one of its oldest vegetables. Blue corn is one of the oldest varieties. The Pueblo tribe in the Southwestern United States was using it at least as far back as 1540, when Spanish explorers discovered the region. But this type of corn certainly goes back to the pre-Colombian era. (http://www.wisegeek.com) Lebih lanjut lagi diuraikan bahwa jagung biru (atau hitam) mengandung protein, sekitar 30% lebih banyak dari pada varietas kuning atau putih.

2.3.2 Jagung Merah
Masih dalam keluarga jagung pop corn yang bulirnya mengkilat, relatif lebih kecil dan lebih keras. Sekilas seperti jagung mainan dari plastic atau serat fiber. Daya pikat utama jagung ini adalah pad awarna bulirnya yang merah atau sedikit coklat/ungu tua).
Jagung merah dikenal sebagai sumber pangan yang sangat kaya akan antioksidan. Kandungan mineralnya juga sangat tinggi, bahkan kandungan vitamin C nya diketahui lebih tinggi dari jagung hibrida kuning atau putih.
Warna bulir jagung ditentukan oleh warna endosperma dan lapisan terluarnya (aleuron), mulai dari putih, kuning, jingga, merah cerah, merah darah, ungu, hingga ungu kehitaman. Satu tongkol jagung dapat memiliki bermacam-macam bulir dengan warna berbeda-beda, karena setiap bulir terbentuk dari penyerbukan oleh serbuk sari yang berbeda-beda, namun ada juga jenis - jenis jagung yang lain menurut:
a) Menurut umur, dibagi menjadi 3 golongan:
1. Berumur pendek (genjah): 75-90 hari, contoh: Genjah Warangan, Genjah
Kertas, Abimanyu dan Arjuna.
2.  Berumur sedang (tengahan): 90-120 hari, contoh: Hibrida C 1, Hibrida CP 1 dan CPI 2, Hibrida IPB 4, Hibrida Pioneer 2, Malin,Metro dan Pandu.
3. Berumur panjang: lebih dari 120 hari, contoh: Kania Putih, Bastar, Kuning, Bima dan    Harapan.
b) Menurut bentuk biji, dibagi menjadi 7 golongan:
1. Dent Corn
2. Flint Corn
3. Sweet Corn
4. Pop Corn
5. Flour Corn

2.4 Syarat Tumbuh
Jagung ini kebanyakan ditanam di dataran rendah baik, sawah tadah hujan maupun sawah irigasi. Sebahagian terdapat juga di daerah pergunungan pada ketinggian 1000- 1800 m di atas permukaan laut.
Ø  Tanah
Tanah yang dikehendaki adalah gembur dan subur, kerana tanaman jagung memerlukan aerasi dan pengairan yang baik. Jagung dapat tumbuh baik pada berbagai macam tanah. Tanah lempung berdebu adalah yang paling baik bagi pertumbuhannya. Tanah-tanah berat masih dapat ditanami jagung dengan pengerjaan tanah lebih sering selama pertumbuhannya, sehingga aerasi dalam tanah berlangsung dengan baik.
Air tanah yang berlebihan dibuang melalui saluran pengairan yang dibuat diantara barisan jagung. Kemasaman tanah (pH) yang terbaik untuk jagung adalah sekittir 5,5 – 7,0. Tanah dengan kemiringan tidak lebih dari 8% masih dapat ditanami jagung dengan arah barisan tegak lurus terhadap miringnya tanah, dengan maksud untuk mencegah keganasan erosi yang terjadi pada waktu turun hujan besar,
Ø  Iklim
Faktor-faktor iklim yang terpenting adalah jumlah dan pembagian dari sinar matahari dan curah hujan, temperatur, kelembaban dan angin. Tempat penanaman jagung harus mendapatkan sinar matahari cukup dan jangan terlindung oleh pohon-Pohonan atau bangunan. Bila tidak terdapat penyinaran dari matahari, hasilnya akan berkurang. Temperatur optimum untuk pertumbuhan jagung adalah antara 23 – 27 C.

Ø     Derajat keasaman tanah (pH)
Derajat keasaman tanah dipengaruhi oleh banyaknya kandungan unsure kimia dalam tanah serta kadar air dalam tanah tersebut. Daerah yang cenderung basah dan banyak humus akan menyebabkan tanahnya cenderung bersifat asam.
Sebaliknya tanah yang kering berkapur dengan kadar air yang sedikit akan lebih bersifat basa. Untuk tanaman jagung sebenarnya  toleransi atau kemampuan untuk beradaptasi pada lingkungan cukup baik, yaitu dengan kemampuan hidup maksimal pada derajat keasaman antara 5,5 sampai 7. Derajat keasaman ada skala 14 skala, untuk skala 1 sampai 7 bersifat asam, sedangkan antara 8 sampai 14 bersifat basa.
Ø    Kadar air
Jumlah air yang ada dalam tanah akan menentukan kadar air tanah. Tanaman jagung memerlukan air terutama untuk pertumbuhan dan perkembangbiakkan. Jadi penanaman jagung pun banyak diawali pada saat musim hujan mulai tiba. Selain menghemat tenaga untuk menyiram juga menambah sejuk/menambah kelembaban udara. Sehingga tanaman tidak kekurangan air, karena dapat mengganggu proses fotosintesis atau penyusunan makanan yang dilakukan untuk beraktifitas dan berproduksi dari tanaman jagung tersebut.

Ø     Intensitas cahaya matahari
Intensitas cahaya adalah jumlah pancaran cahaya matahari yang intesif dan dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup. Untuk tanaman jagung, intensitas cahaya yang banyak dan cukup sangat dibutuhkan selain untuk berfotosintesis, juga untuk berproduksi, karena tanpa intensitas cahaya yang cukup, bunga tidak dapat berhasil menjadi buah.
Ø    Suhu lingkungan
Suhu adalah tingkat derajat panas suatu benda yang ada dalam lingkungan. Lingkungan tempat hidup jagung sangat perlu untuk diperhatikan, karena suhu yang tinggi dan kering akan mengganggu kelangsungan proses penyusunan makanan atau fotosintesis pada tanaman jagung.
Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman jagung adalah antara 21 sampai 30 derajat celcius. Sedangkan untuk proses perkecambahan jagung, yang paling tepat adalh antara suhu 21 sampai 27 derajat celcius. Jadi, sedikit lebih membutuhkan suhu yang lebih sejuk untuk pertumbuhan kecambahnya.

 BAB III PELAKSANAAN PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 mei 2013, Bertempat di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Musi Rawas Kabupaten Musi Rawas Lubuklinggau.
3.2 Alat dan Bahan
Ø  Alat: Alat yang digunakan untuk menyiapkan media yang akan digunakan adalah cangkul, sabit dan kayu guna untuk melubangkan media tanah untuk meletakkan benih jagung.
Ø  Bahan: Jagung
3.3 Cara Kerja Penanaman Jagung
Ø  Siapkan lubang dengan kedalaman yang tidak begitu dalam dan tentukan jarak yang diperlukan dalam penanaman jagung ini dengan jarak aqnatar lubang yaitu 40 cm,
Ø  Siapkan benih yang telah dipilih dan direndam dengan air, guna perendaman benih agar terhindar dari serangan hama terutama hama semut setelah benih ditanam.
Ø  Kemudian masukkan benih ke dalam lubang, setiap lubang terdiri atas 2-3 butir/lubang,
Ø  Ketika tanaman mulai tumbuh lakukan penyiangan di sekitar tanaman jagung.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4. 1 Hasil
           
4.2 Pembahasan
Pada pelaksanaan praktikum yang dilakukan di kebun percobaan, kami dapat menyimpulkan bahwa hasil penanaman jagung kami tumbuh tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Karena terdapat kendalanya, yaitu jenis tanah yang tidak terlalu subur dan ketersediaan air. Kemudian ada pula penyebab lainnya yaitu:
  • PH Tanah
  • Kadar Air
  • Suhu Lingkungan
BAB V KESIMPULAN
 
5.1 Kesimpulan
Ø  Jagung (Zea mays L.)
merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari bulir), dibuat tepung (dari bulir, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung bulir dan tepung tongkolnya). Tongkol jagung kaya akan pentosa, yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi.
Tanaman jagung telah dibudidayakan sekitar 10.000 tahun yang lalu di Amerika Tengah (Meksiko bagian selatan) kemudian berkembang ke Amerika Selatan (Ekuador) sekitar 7000 tahun yang lalu, serta mencapai daerah pegunungan di selatan Peru 4.000 tahun yang lalu. Kajian filogenetik menunjukkan bahwa tanaman jagung (Zea mays ssp. mays) merupakan keturunan dari teosinte (Zea mays ssp. parviglumis).


Ø  Jenis -Jenis Jagung
a)      Jagung Biru atau Hitam
b)      Jagung Merah
Ø  Klasifikasi Jagung
Kingdom: Plantae (Tumbuhan
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus : Zea
Spesies : Zea mays L.



DAFTAR PUSTAKA

Dahlan M, Pembentukan benih jagung Hibrida, Risalah lokakarya produksi benih hibrida, hal 1-13 (Malang: Balai penelitian tanaman pangan, 1992)
Lamadji, M.J., L. Hakim, dan Rustidja. 1999. Akselerasi pertanian tangguh melalui pemuliaan nonkonvensional. Prosiding Simposium V Pemuliaan Tanaman. PERIPI Komda Jawa Timur. p. 28-32.
http://agromaret.com/artikel/640/mengenal_jenis_tanaman_jagung_di_indonesia

Contoh Daftar Riwayat Hidup Non PNS




DAFTAR RIWAYAT HIDUP


Data Pribadi

Nama                             : Amelia Hartati
Jenis Kelamin                  : Perempuan
Tempat/Tanggal Lahir     : Ganting, 24 Agustus 1992
Tinggi/Berat Badan         : 152 cm / 45 kg
Kebangsaan                     : Indonesia
Status Perkawinan           : Belum Kawin
Agama                             : Islam
Jurusan                            : Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah
Hobi                                : Wisuta kuliner, Musik


Latar Belakang Pendidikan
·      2012 – 2015          : Diploma 3 (D3) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang, dengan indeks Prestasi Komulatif 3,22/4,00
·      2009 – 2012             : Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Lembah Melintang
·      2006 – 2009             : Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Lembah Melintang
·      2000 – 2006             : Sekolah Dasar Negeri 32 Lombok

Keahlian Khusus
·      Mampu mengoperasikan komputer dengan baik
·      Mampu berkomunikasi dengan baik

Kemampuan Bahasa dan Komputer

·      Komputer
-          Mampu menggunakan Microsoft Office (MS Word, Excel, Power Point)
·      Bahasa
-          Bahasa Indonesia
-          Pasif Bahasa Inggris

Riwayat Pekerjaan
·      Belum pernah

Kualifikasi

Mempunyai motivasi tinggi untuk maju, jujur, kreatif, berpendirian teguh, dan bersedia memikul tanggung jawab pekerjaan, disiplin dan mau bekerja keras.

Demikianlah daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenarnya.

Yang menyatakan,




Amelia Hartati

Surat Lamaran



Padang, 2 Oktober 2015

Hal : Permohonan Lamaran Pekerjaan

Kepada Yth.

Kepala Sekolah

di

Sumatera Utara


Dengan hormat, saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama                             : Amelia Hartati
Jenis Kelamin                 : Perempuan
Tempat/Tanggal Lahir     : Ujung Gading, 24 Agustus 1992
Pendidikan Terakhir       : D3 Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan
Alamat                           : Jl. belibis
HP                                 : 0857 1234 5678

Dengan ini memohon kepada Bapak/Ibu agar sudi kiranya menerima saya sebagai Staff Tata Usaha di sekolah yang Bapak/Ibu pimpin. Sebagai bahan pertimbangan bagi Bapak/Ibu, bersama surat ini saya lampirkan:
1.        Pas Foto Terbaru 4 x 6 sebanyak 2 lembar
2.        Foto Copy KTP sebanyak 1 lembar
3.        Foto Copy Ijazah
4.        CV
5.        Foto Copy Kartu Keluarga sebanyak 1 lembar
6.        Foto Copy Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dilegalisir sebanyak 1 lembar
7.        Foto Copy surat keteranngan dokter
8.        Foto Copy AK/1
9.        Foto Copy Akta Kelahiran
10.    Surat izin dari orang tua
Demikianlah permohonan ini saya sampaikan kepada Bapak/Ibu. Besar harapan saya permohonan ini dapat dikabulkan. Atas perhatian dan kesediaan Bapak/Ibu saya ucapkan terima kasih. 

Hormat saya,




                                                                                                             Amelia Hartati

Monday, October 19, 2015

Periodisasi Perkembangan Seni Rupa Anak SD

BAB I PENDAHULUAN 
1. Latar belakang
            Pendidikan seni merupakan saran untuk pengembangan kreativitas anak. Pelaksanaan pendidikan seni dapat dilakukan melalui kegiatan permainan. Tujuan pendidikan seni bukan untuk membina anak-anak menjadi seniman, melainkan untuk mendidik anak menjadi kreatif. Seni merupakan aktivitas permainan. Melalui permainan, kita dapat mendidik anak dan membina kreativitasnya sedini mungkin. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa seni dapat digunakan sebagai alat pendidikan. Melalui permainan dalam pendidikan seni anak memiliki keleluasaan untuk mengembangkan kreativitasnya. Beberapa aspek penting yang perlu mendapat perhatian dalam pendidikan seni antara lain kesungguhan, kepekaan, daya produksi, kesadaran berkelompok, dan daya cipta. Pendidikan seni adalah segala usaha untuk meningkatkan kemampuan kreatif ekspresif anak didik dalam mewujudkan kegiatan artistiknya berdasrkan aturan-aturan estetika tertentu. Selain itu, pendidikan seni di SD bertujuan menciptakan cipta rasa keindahan dan kemampuan mengolah menghargai seni. Jadi melalui seni, kemampuan cipta, rasa dan karsa anak di olah dan dikembangkan. Selain mengolah cipta, rasa dan karsa seperti yang diterapkan di atas, pendidikan seni merupakan mengolah berbagai ketrampilan berpikir. Hal tersebut meliputi ketrampilan kreatif, inovatif, dan kritis. Ketrampilan ini di olah melalui cara belajar induktif dan deduktif secara seimbang. Pendidikan Seni Rupa sesungguhnya merupakan istilah yang relatif baru digunakan dalam dunia persekolahan. Pada mulanya digunakan istilah menggambar. Penggunaan istilah pengajaran menggambar ini berlangsung cukup lama hingga kemudian diganti dengan istilah Pendidikan Seni rupa.Materi pelajaran yang diberikan tidak hanya menggambar tetapi juga beragam bidang seni rupa yang lain seperti mematung, mencetak, menempel dan juga apresiasi seni. Tujuan pengajaran menggambar di sekolah adalah untuk menjadikan anak pintar menggambar melalui latihan koordinasi mata dan tangan. Dengan demikian dapat dikatakan seni dapat digunakan sebagai alat pendidikan. Pendidikan Seni Rupa adalah mengembangkan keterampilan menggambar, menanamkan kesadaran budaya lokal, mengembangkan kemampuan apreasiasi seni rupa, menyediakan kesempatan mengaktualisasikan diri, mengembangkan penguasaan disiplin ilmu Seni Rupa, dan mempromosikan gagasan multikultural.

2. Rumusan masalah
 a. Bagaimana perkembangan seni rupa anak Sekolah Dasar ?
b. Apa peranan seni rupa anak Sekolah Dasar ?
c. Apa fungsi seni rupa anak Sekolah Dasar ?
d. Bagaimana peran seni sebagai alat pendidikan?

3. Tujuan penulisan
a. Mengetahui apa saja perkembangan seni rupa anak Sekolah Dasar
b. Mengetahui peranan seni rupa anak Sekolah Dasar
c. Mengetahui fungsi seni rupa anak Sekolah Dasar
d. Mengetahui apa saja peran seni sebagai alat pendidikan

4. Manfaat
Mengacu pada masalah dan tujuannya, makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1.Mengembangkan pengetahuan tentang pendidikan seni rupa di SD
2. Bagi penulis, makalah ini sebagai masukan agar diterapkan dalam proses mengajar seni rupa di SD kelak

BAB II PEMBAHASAN  
A. Perkembangan Seni Rupa Anak Sekolah Dasar
Tahap-tahap perkembangan menggambar/seni rupa secara garis besar dapat dibedakan dua tahap karakteristik, yaitu
kelas I sampai dengan kelas III ditandai dengan kuatnya daya fantasi-imajinasi, sedangkan kelas IV sampai dengan kelas VI ditandai dengan mulai berfungsinya kekuatan rasio.
Ada dua cara untuk memahami perkembangan seni rupa anak-anak.
1. mengkaji teori-teori yang berkaitan dengan perkembangan seni rupa anak menurut para ahli.
2. mengamati dan mengkaji karya anak secara langsung.

Hal ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan karya anak berdasarkan rentang usia yang relevan dengan teori yang telah kita pelajari. Periodisasi Perkembangan Seni Rupa anak-anak Periodisasi masa perkembangan seni rupa anak menurut Viktor Lowenfeld dan Lambert Brittain dalam: Creative and Mental Growth adalah
(1) Masa mencoreng (scribbling) : 2-4 tahun
(2) Masa Prabagan (preschematic) : 4-7 tahun
(3) Masa Bagan (schematic period) : 7-9 tahun
(4) Masa Realisme Awal (Dawning Realism) : 9-12 tahun
(5) Masa Naturalisme Semu (Pseudo Naturalistic) : 12-14 tahun
(6) Masa Penentuan (Period of Decision) : 14-17 tahun.  

Penjelasan periodisasi perkembangan seni rupa anak diatas adalah sebagai berikut:
1. Masa Mencoreng (scribbling) : 2-4 tahun
          Periode ini terbagi ke dalam tiga tahap, yaitu: 1) corengan tak beraturan, 2) corenganterkendali, dan 3) corengan bernama. Ciri gambar yang dihasilkan anak pada tahap corengan tak beraturan adalah bentuk gembar yang sembarang, mencoreng tanpa melihat ke kertas, belum dapat membuat corengan berupa lingkaran dan memiliki semangat yang tinggi. Corengan terkendali ditandai dengan kemampuan anak menemukan kendali visualnya terhadap coretan yang dibuatnya. Hal ini tercipta dengan telah adanya kerjasama antara koordiani antara perkembangan visual dengan perkembamngan motorik. Hal ini terbukti dengan adanya pengulangan coretan garis baik yang horizontal , vertical, lengkung , bahkan lingkaran. Corengan bernama merupakan tahap akhir masa coreng moreng. Biasanya terjadi menjelang usia 3-4 tahun, sejalan dengan perkembangan bahasanya anak mulai mengontrol goresannya bahkan telah memberinya nama, misalnya: “rumah”, “mobil”, “kuda”.
2. Masa Prabagan (preschematic) : 4-7 tahun
         Materi Objek yang digambarkan anak biasanya berupa gambar kepala-berkaki. Sebuah lingkaran yang menggambarkan kepala kemudian pada bagian bawahnya ada dua garis sebagai pengganti kedua kaki. Ciri-ciri yang menarik lainnya pada tahap ini yaitu telah menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris untuk memberi kesan objek dari dunia sekitarnya. Koordinasi tangan lebih berkembang. Aspek warna belum ada hubungan tertentu dengan objek, orang bisa saja berwarna biru, merah, coklat atau warna lain yang disenanginya. Penempatan dan ukuran objek bersifat subjektif, didasarkan kepada kepentingannya. Ini dinamakan dengan “perspektif batin”.
3. Masa Bagan (schematic period) : 7-9 tahun
        Konsep bentuk mulai tampak lebih jelas. Anak cenderung mengulang bentuk. Gambar masih tetap berkesan datar dan berputar atau rebah (tampak pada penggambaran pohon di kiri kanan jalan yang dibuat tegak lurus dengan badan jalan, bagian kiri rebah ke kiri, bagian kanan rebah ke kanan). Pada perkembangan selanjutnya kesadaran ruang muncul dengan dibuatnya garis pijak (base line). Penafsiran ruang bersifat subjektif, tampak pada gambar “tembus pandang” (contoh: digambarkan orang makan di ruangan, seakan-akan dinding terbuat dari kaca). Gejala ini disebut dengan idioplastis (gambar terawang, tembus pandang). Misalnya gambar sebuah rumah yang seolah-olah terbuat dari kaca bening, hingga seluruh isi di dalam rumah kelihatan dengan jelas.
4. Masa Realisme Awal (Dawning Realism) : 9-12 tahun
      karya anak lebih menyerupai kenyataan. Kesadaran perspektif mulai muncul, namun berdasarkan penglihatan sendiri. Mereka menyatukan objek dalam lingkungan. Perhatian kepada objek sudah mulai rinci. Dalam menggambarkan objek, proporsi (perbandingan ukuran) belum dikuasai sepenuhnya. Pemahaman warna sudah mulai disadari. Penguasan konsep ruang mulai dikenalnya sehingga letak objek tidak lagi bertumpu pada garis dasar, melainkan pada bidang dasar sehingga mulai ditemukan garis horizon. Selain dikenalnya warna dan ruang, penguasaan unsur desain seperti keseimbangan dan irama mulai dikenal pada periode ini. Ada perbedaan kesenangan umum, misalnya: anak laki-laki lebih senang kepada menggambarkan kendaraan, anak perempuan kepada boneka atau bunga.
5. Masa Naturalisme Semu (Pseudo Naturalistic) : 12-14 tahun
      Pada masa naturalisme semu, kemampuan berfikir abstrak serta kesadaran sosialnya makin berkembang. Perhatian kepada seni mulai kritis, bahkan terhadap karyanya sendiri. Pengamatan kepada objek lebih rinci.
6. Masa Penentuan (Period of Decision) : 14-17 tahun.
Pada periode ini tumbuh kesadaran akan kemampuan diri. Perbedaan tipe individual makin tampak. Anak yang berbakat cenderung akan melanjutkan kegiatannya dengan rasa senang, tetapi yang merasa tidak berbakat akan meninggalkan kegiatan seni rupa, apalagi tanpa bimbingan. Dalam hal ini peranan guru banyak menentukan, terutama dalam meyakinkan bahwa keterlibatan manusia dengan seni akan berlangsung terus dalam kehidupan.  



B. TIPE GAMBAR ANAK-ANAK
Keberhasilan karya gambar buatan anak ditentukan oleh orisinalitas gambar yang sesuai dengan dunia anak-anak menurut perkembangan usianya. Berdasarkan bentuk, dikenal beberapa tipe gambar, yakni tipe visual, tipe haptik, dan tipe campuran. Gambar anak tipe visual, hasil menggambar mirip dengan obyek aslinya. Gambar anak tipe haptik, obyek yang digambar hanya yang menarik minat atau perasaannya, hasilnya berupa gambar yang tidak mirip dengan obyek aslinya. Kebanyakan gambar anak-anak berupa campuran yakni dengan ciri-ciri visual dan haptik.  

C. Peranan Seni Rupa
1. Peranan Bagi Anak Usia Dini Bermain bagi anak merupakan kegembiraan dan kesibukan yang penting. Hal ini dapat terlihat dari
a. keaktifan atau kesempetan bergerak, berekeperimen, berlomba, dan berkomunikasi.
b. Kesenangan anak-anak berkarya seni rupa, mereka akan bergerak-gerak dengan sadar atau tidak, mencoba-coba sesuatu yang diinginkan.
c. Dalam kelompok, mereka akan memcoba sesuatu yang diinginkannya
d. Apabila anak berhasil berkarya, dengan spontan ia akan berteriak dan bergerak, menandakan kegembiraannya.
2. Peranan Guru Peranan guru di kelas adalah menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya dan memahami karakteristik siswa sebagai anak didik di kelasnya.
3. Peranan Sekolah Peranan sekolah berperan sebagai tempat membina dan melatih diri melalui pengajaran dan pendidikan untuk mengatasi segala masalah di masyarakat kelak setelah anak menyelesaikan sekolah.  

D. Fungsi Seni Rupa
1. Fungsi Individual
Manusia terdiri dari unsur fisik dan psikis. Salah satu unsur psikis adalah emosi. Maka fungsi individual ini dibagi menjadi fungsi fisik dan fungsi emosi.
a. Fisik, yang berhubungan dengan fisik, seperti : busana, perabot, rumah alat transportasi dan sebagainya.
b. Emosional, dipenuhi melalui seni murni, baik dari senimannya maupun dari pengamatan atau konsumennya. Contoh: lukisan, patung, film, dan sebagainya.

2. Fungsi Sosial
Fungsi sosial Fungsi sosial merupakan suatu fungsi seni yang bermanfaat sebagai pemenuhan kebutuhan sosial suatu individu. Terdapat beberapa macam fungsi seni sebagai fungsi sosial, yaitu sebagai berikut :
a. Fungsi Rekreasi
         Kejenuhan seseorang karena aktifitasnya sehari-hari membuat seseorang membutuhkan penyegaran diri, misalnya diwaktu hari libur mangunjungi tempat-tempat rekreasi obyek wisata (rekreasi alam). Seni juga dapat dijadikan sebagai benda rekreasi misalnya seni pertunjukan sendra tari, pagelaran musik, pertunjukan teater dll. Seni sebagai rekreasi merupakan seni yang mampu menciptakan suatu kondisi tertentu yang bersifat penyegaran dan pembaharuan kondisi yang telah ada. Di era globalisasi ini kehadiran seni mendapatkan perhatian yang sangat serius dari banyak pihak (terkait dengan kebutuhan dan nilai ekonomi atau bisnis)
b. Fungsi Komunikasi
      Pada hakekatnya setiap orang berkomunikasi dengan manusia lain menggunakan bahasa karena merupakan sarana yang paling efektif, mudah, dan cepat untuk dimengerti. Namun begitu bahasa memiliki keterbatasan karena tidaklah mungkin semua orang menghafal semua bahasa yang ada. Oleh karena itulah dibutuhkan bahasa universal yaitu bahasa yang dapat dimengerti oleh semua orang. Seni diyakini dapat dipergunakan demi kepentingan tersebut. Misalnya Paranggi dapat berkomunikasi dengan orang di seluruh pelosok penjuru dunia melalui pertunjukan sendra tari, affandi melalui lukisannya, Shakespeare dapat berkomukasi melalui puisi-puisi nya dll. Tampaknya seni menjadi sangat efektif membantu orang untuk berkomunikasi karena seni dapat menembus batasan-batasn bahasa verbal maupun perbedaan lahiriah setiap orang. Hanya melalui seni manusia dapat berkomunikasi dengan dunia luar serta melalui seni kita dapat mengenal budaya bangsa lain.
c. Fungsi Rohani
        Kepercayaan religi tersebut terdapat dalam karya-karya moko, neraca, dolmen, menhir, candi pura, bangunan masjid, gereja, ukiran, relief, dsb. Manakah yang muncul pertama kali, kepercayaan religi atau seni terlebih dahulu? Dan hal tersebut tidak dapat dijawab secara pasti. Karl Barth berpendapat bahwa sumber keindahan adalah Tuhan. Agama sering dijadikan juga sebagai salah satu sumber inspirasi seni yang berfungsi untuk kepentingan keagamaan. Pengalaman-pengalaman religi tersebut tergambarkan dalam bentuk nilai estetika. Banyak media yang mereka pergunakan. Ada yang memakai suara, gerak, visual, dsb. Sebagai contoh yaitu kaligrafi arab, makam, relief, candi, gereja dll.
d. Fungsi Pendidikan
         Pendidikan dalam arti luas diartikan sebagai suatu kondisi tertentu yang memungkinkan terjadinya transformasi dan kegiatan sehingga mengakibatkan seseorang mengalami suatu kondisi tertentu yang lebih maju. Dlam sebuah pertunjukan seni, orang sering mendapatkan pendidikan secara tidak langsung karena di dalam setiap karya seni pasti ada pesan atau makna yang disampaikan. Disadari atau tidak, rangsangan-rangsangan yang ditimbulkan oleh seni merupakan alat pendidikan bagi seseorang. Seni bermanfaat untuk membimbing dan mendidik mental dan tingkah laku seseorang supaya berubah kepada kondisi yang lebih baik dan maju dari sebelumnya. Disinilah seni harus disadari mnumbuhkan nilai estetika dan etika kepada peserta didik.
e. Fungsi Artistik
        Dalam hal ini seni lebih berfungsi sebagai media ekspresi seniman dalam menyajikan karyanya tidak untuk hal yang komersil, seperti musik kontemporer, tari kontemporer, dan seni rupa kontenporer (seni hanya pertunjukan yang tidak bisa dinikmati pendengar atau pengunjung hanya bisa dinikmati oleh para seniman dan komunitasnya
f. Fungsi Guna
         Karya seni yang dibuat tanpa memperhitungkan kegunaannya kecuali sebagai media ekspresi (karya seni murni) atau pun dalam proses penciptaan mempertimbangkan aspek kegunaannya seperti perlengkapan atau peralatan rumah tangga yang berasal dari gerabah ataupun rotan
g. Fungsi kesehatan
         Seni sebagai fungsi kesehatan seperti pengobatan penderita gangguan physic ataupun medis distimulasi melalui terapi musik (disesuaikan dengan latar belakang pasien). Terbukti musik telah mampu digunakan untuk menyembuhkan penyandang autisme, gangguan psikologis, trauma pada suatu kejadian, dsb. Pada tahun 1999 Siegel menyatakan bahwa musik klasik menghasilkan gelombang alfa yang menenangkan dapat merangsang sistem limbic jaringan neuron otak dan gamelan menurut Gregorian dapat mempertajam pikiran.  
E. Seni Sebagai Alat Pendidikan
Tujuan pendidikan seni bukan untuk membina anak-anak menjadi seniman, melainkan untuk mendidik anak menjadi kreatif. Pendidikan seni rupa adalah mengembangkan keterampilan menggambar, menanamkan kesadaran budaya lokal, mengembangkan kemampuan apresiasi seni rupa, menyediakan kesempatan mengaktualisasikan diri, mengembangkan kemampuan apresiasi seni rupa, menyediakan kesempatan mengaktualisasi diri, mengembangkan penguasaan disiplin ilmu seni rupa, dan mempromosikan gagasan multikultural.  

G. Bermain Sebagai Bentuk Ekspresi Kretif Bebas Bagi Anak
Permainan bisa dikembangakan menjadi empat fungsi sesuai :
1. Dari segi perasaan, permainan dapat dikembangkan dengan latihan-latihan penjiwaan kearah drama
2. Dari segi intuisi, dikembangkan dengan cara mengekspresikan diri kea rah tari dan musik.
3. Dari segi sensasi, dapat dikembangkan dengan cara mengeksperikan diri kea rah desain plastis atau visual 4. Dari segi pikiran, dikembangkan dengan kegiatan-kegiatan kontruktif kea rah keahlian.  

H. Integrasi Seni dengan Studi Lain
1. Pemanfaatan benda-benda di sekeliling siswa untuk pembelajaran matematika di sekolah dasar. Dalam melaksanakan pembelajaran hendaknya guru mengaitkan teori pembelajaran dengan perkembangan anak.
2. Strategi Pembelajaran Apresiasi Puisi di Sekolah Dasar Mengarah kepada peningkatan kemampuan penalaran, kehalusan perasaan, imajinasi, serta kepekaaan terhadap masyarakat dan lingkungan sosial budaya Indonesia
3. Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber bahan pembelajaran IPS di sekolah dasar. Sumber bahan pembelajaran berupa lingkungan meliputi lingkungan sosial, lingkungan alam, lingkungan agama, lingkungan budaya dan lingkungan manusia atau sumber
4. Pola Pengajaran Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar Pelaksanaan pembelajarannya ditekankan pada aktivitas fisik. Aspek pencapaian yang paling dominan adalah ranah psikommetri
5. Penerapan metode Discovery – inquiri dalam pengajaran IPA di sekolah dasar metode Discovery – inquiri adalah salah satu metode pengajaran yang memungkinkan siswa terlibat secara aktif menggunakan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip materi yang sedang dipelajari.

BAB III PENUTUP 
A. Kesimpulan
       Pendidikan seni rupa merupakan sarana untuk pengembangan kreativitas anak dalam bentuk gambar. Pada tahap perkembangan peserta didik terdapat tahap-tahapan anak dalam mengggambar, yaitu pada masa Coreng-Moreng, masa pra bagan, masa bagan, dan masa realism, masa naturalisme semu, periode penentuan. Tujuan pendidikan seni rupa bukan untuk membina anak-anak menjadi seniman, melainkan untuk mendidik anak menjadi kreatif. Karena peranan seni rupa sangat penting baik bagi anak usia dini, guru dan sekolah. Seni merupakan aktifitas permainan, melalui permainan kita dapat mendidik anak dan membina kreativitasnya sedini mungkin

B. Saran
       Pendidikan seni rupa amatlah penting dalam suatu pembelajaran untuk menegtahui perkembangan peserta didik dalam penerapan pembelajaran Seni Rupa Sekolah Dasar, dengan bakat dan kreativitas anak kita dapat memahami dan menilai karakteristik kemampuan siswa dalam membuat gambar. Oleh karena itu pendidikan seni rupa perlu ditananmkan pada anak sejak usia dini, agar bakat yang dimiliki anak dapat dikembangkan sesuai dengan minat dan kreativitas yang dimiliki anak.

DAFTAR RUJUKAN
Bahan Ajar 4. Prodi Pendidikan Dasar PPS UNP

Friday, November 14, 2014

Aroma Premiership

SERBIA VS DENMARK
LAGA di Grup I kualifikasi Euro 2016, sabtu (15/11) dini hari, di stadion FK Partikel, bak partai final bagi SERBIA dan DENMARK.
Tuan rumah wajib menuai tiga angka jika tak ingin terus terjerembab di papan bawah.
    Sedangkan bagi DENMARK, laga ini menjadi momen untuk bangkit setelah digasak Portugal. Ambisi kedua tim untuk mendapatkan tiga angka membuat pertarungan bakal berlangsung ketat. Kekuatan atau materi pemain di kedua kubu yang sangat merata. Satu lagi, tak ada lagi informasi rahasia.
       Sebagian penggawa SERBIA dan DENMARK sedang atau pernah meniti karier di arena Premiership. Di kubu tuan rumah, nama Lazar Markovic, Alessandro Solaris dan Dusan tadi tentu sudah tak asing lagi bagi penggemar Premier League. Begitu juga aksi Christian Eriksen saat menjadi playmaker bagi Tottenham hotspur.
     Selain empat pemain diatas, serbia masih memiliki Beranilah Ivanov (Chelsea) dan Matikan Nasrani (Main City). Belum cukup, alumni Liga inggris juga menempel pada kiper Vladimir Stojkovic (Eks Wigan Athletic), Dusko Tosi ( Eks Potensinya) dan Zoran Tosi (Eks MU).
     Tim tamu punya dua penggawa yang masih berkarier di Inggris, yakni kiper Kasper Schmeichel dari Leicester City.  Dan William Kvist (Wigan Athletic). Di jajaran pensiunan ada bek tengah Lars Jocobsen (Eks blackburn dan west Ham), Daniel Jagger (eks Liverpool) dan Nicklas Webster (eks Arser).
      Tak pelak, komposisi pemain tersebut memberi aroma Britania Raya di lapangan. Namun pelatih Serbia Dick Advocaat menjamin tidak seratus persen timnya akan seperti itu. "Kami akan menampilkan sisi berbeda, karena memang tiga angka sangat penting untuk terus eksis dan bersaing dengan Denmark serta Portugal," tegas Advocaat, di lamanya situs resmi Federasi sepakbola Serbia www.fas.rs, kemarin.
       Ucapan sang Meneer juga berlaku untuk tim pendatang. Gelandang Denmark, Lasse Schone mengakui beberapa dari penggawa Serbia juga pernah bersamanya di Eredivisie alias Liga Belanda. Namun, ia memastikan timnya akan memainkan pola sendiri.

Resep Masakan. IKAN SALAI SEMALAM

Bahan:
. Ikan salai, IKAN asap jenis silais khas pekanbaru
. Bumbu khusus: berupa bawang merah, cabai, dan jahe.

Cara Membuat:
. Bahan ditumis sampai harum dan dicampur santan. Kelembutan rasa bumbu menyerap hingga bagian dalam Ikan yang terasa sampai akhir.
. Ikan Dalai semalam dapat dinikmati.