This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sunday, March 9, 2014

Homonim, Hiponim, dan Polisemi



HOMONIM
Homonim ialah bentuk (istilah ) yang sama ejaan atau lafalnya, tetapi mengungkapkan makna yang berbeda karena berasal dari asal yang berlainan.
Ada dua jenis homofon, yaitu :

1.      Homofon : lafal sama, namun mungkin ejaan lain dan makannya berbeda.
Contoh : bank/ bang, rock / rok, masa / massa, sangsi / sanksi, keranjang / ke ranjang
Contoh Kalimatnya :
  1. - Guru yang dulunya pernah menderita cacat mental itu sekarang menjadi kepala sekolah smp kroto emas. (kepala bermakna pemimpin).
    - Kepala anak kecil itu besar sekali karena terkena penyakit hidrosepalus. (kepala berarti bagian tubuh manusia yang ada di atas).

  1. - Wati bisa mengerjakan tugas itu karena ia sudah mempelajarinya tadi malam
    - Bisa ular itu telah menjalar ke tubuh Budi karena tergigit saat dia pulang dari    sekolah.

  1. - Bunga melati yang tumbuh di perkarangan rumahku sangat harum
    - Wati adalah bunga desa di kampungnya.

2.      Homograf : ejaan sama, namun lafal dan maknanya berbeda.
Contoh :  teras, apel, memerah, tahu, seri
Contoh Kalimatnya :
-          Seluruh siswa mengikuti apel pagi di sekolah masing-masing. (apel disini maksdunya  upacara).
-          Ibu membeli apel di singapura. (apel disini maksudnya buah).


HIPONIM
Hiponim adalah bentuk (istilah) yang maknanya terangkum oleh bentuk super ordinatnya yang mempunyai makna yang lebih luas
Contoh :
1.      Kata Mawar, melati, cempaka masing-masing disebut hiponim terhadap kata bunga yang menjadi superordinat
2.      Kata Binatang hiponimnya: kambing, sapi, ayam, kucing, dan kerbau


POLISEMI
Polisemi : adalah suatu kata yang mempunyai makna lebih dari satu.
Contoh :
darah biru, bangsawan.
darah muda, semangat menerima tantangan.
darah dingin, tak berperasaan.

CERPEN "Tersesat"



 Pada pagi yang cerah aku mendengar suara seperti orang yang tengah berbicara dan sedang  mempersiapkan sesuatu. Ku telusuri asal suara tersebut,yang berasal dari kamar lita. Ternayata kulihat dia orangnya ,namanya Lita .Dia sedang berbicara dengan Lili lewat telpon sambil  mempersiapkan peralatan yang akan dibawanya pada waktu studi tour. Tampaknya dia sangat bersemangat mengikuti studi tour yang akan dilakasanakan dikota Bengkulu pada waktu esok hari, karena bagi Lita kegiatan ini merupakan kegiatan pertama yang dia ikut.
 Keesokan harinya pada pukul delapan pagi, dengan jiwa yang bersemangat  dan senyuman yang manis Lita menjumpai teman – temannya di sebuah halte untuk menunggu kedatangan temanya yang lain dan menunggu kedatangan bus pariwisata.
“Hai teman – teman! “ , sambil ternenyum Lita menyapa.
“Eh Lita.., tumben datengnya tepat waktu biasanya kamu selalu ngaret! ”
“ Hehehe....iya, karenakan hari ini kita mau studi tour ,jadi harus bersemangat donk. Lagi pula ini kegiatan yang pertama saya ikuti ”
“ Iya wes bagus toh kalau begitu, eh itu bus nya udah dateng “ , seru Lili.
“ Ayo cepat kabari yang lain ,dan segerah masuk kedalam bus “
Bus pariwisata dengan santai membawanya menuju tempat kegiatan yang akan dilaksanakannya studi tour itu. Suasana didalam bus pun menjadi nyaman.Ada yang bernyanyi, bermain gitar dan ada yang brbincang – bincang tentang hal yang akan mereka lakukan pada saat sampai disana.
Lita bertanya pada temannya. “ Eh Lili apa yang akan pertama kali kamu lakukan disana? “
“ Yang pertama aku lakuin ialah berfoto –foto ,kalau kamu “ , tanya Lili.
“ Kalau aku mau mencicipi makanan yang khas dikota itu, katanya makanannya terkenal murah dan enak – enak loh “
“ Apa iya! “ , tanya Lili.
“ Iya , apa kamu mau ikut ! “
“ iya mau – mau “
Sebelum tiba di kota bengkulu, Lita dengan teman dan guru pembimbingnya berhenti di sebuah rumah makan,untuk makan siang. Selesai makan siang merekamelanjutkan perjalanan kemudian Lita dan Lili melanjutkan perbincangan mereka yang belum selesai.
Tidak lama mereka berbincang – bincang  tak terasa bus yang Lita dan Lili tumpangi telah sampai disuatu parkiran Hotel Transit tempat Lita dan Lili juga yang lainnya menginap. Kemudian guru pembimbing mereka memberitahukan kepada murid - murid bahwa telah sampai dikota tujuan.
“ Anak – anak kita telah sampai .Ayo kita turun..”
“ Hore “ , seru murid- murid  serempak .
Setelah semua turun pak guru meberikan kunci kamar kepada masing – masing ketua kelompok.kemudian keesokan harinya  murid- murid diharuskan berkumpul dilobi . Sebelum Lita dan Lili dengan murid yang lainnya  berangkat, guru pembimbing memberikan arahan tentang apa yang seharusnya mereka lakukan setelah sampai dibenteng Marlboro untuk  melaksanakan kegiatan studi tour tesebut.
 Prit – prit – prit bunyi peluit dari guru pembimbing menandakan murid- murid harus berkumpul
“ Anak – anak apakah kalian sudah siap “
“ Siap Pak..”  ,teriak Lita dengan suara lantang .
“ Baik hari ini kita akan berkunjung ke benteng Marlboro ,tapi pada waktu disana kalian tidak boleh berpencar jika kalian tidak tahu arah jalan kembali ,dan tugas yang harus dikerjakan adalah menuliskan sejarah – sejarah  yang ada disekitar daerah itu.
 “ Oke Pak “ , jawab Lita
Waktu sampai disana Lita dan temannya yang lain mulai menuliskan tugas yang diberikan oleh guru pembimbing. Beberpa saat kemudian tugas yang diberikan guru pembimbing pun telah diselesaikan olehnya. Untuk mengisih waktu luangnya Lita mengajak Lili berjaln - jalan  untuk melaksanakan tujuan pertama yang mereka berdua lakukan setelah sampai diBengkulu. Keenakan berjalan - jalan tanpa mereka sadari ternyata mereka telah jauh dari temannya yang lain. Lalu tidak lama kemudian Lita baru sadar kalau mereka berada didaerah yang jauh dari temannya.
            “ Astaga, kita dimana ini Li ? .Dimana teman - teman kita? “, Lita kelihatan tampak bingung.
“ Eh kita dimana ya ,aduh jangan-jangan kita kesasar lagi Ta ? “
Lita dan Lili pun berjalan kembali  menuju ke benteng Marlboro tempat diamana keberadaan temannya dan guru pembimbingnya, tetapi tidak mereka  temukan juga. Mereka mencoba dan terus mencoba untuk menemukan benteng Marlboro
. Lita dan Lili kelihatan tampak cemas dan takut kalau mereka akan tertinggal bus. Mereka mencoba bertanya kepada seseorang  yang berdiri disebrang  jalan. Lita dan Lili langsung menjumpai orang  tersebut dan bertanya dimana arah jalan menuju benteng Marlboro.
“ Pak - pak permisi mau numpang tanya, dimana ya pak arah jalan menuju ke benteng  Marlboro ? “ , tanya Lili
“ Oh disana dek sebelah mini mart “
“ Emmm makasih ya pak ? “
Ternyata jalan yang beritahu orang  tersebut salah, mereka pun sanagat kesal karena sudah dibohongin. Akhirnya dengan sok tahunnya dan keyakinannya Lita dan Lili terus berjalan untuk menemukan keberadaan yang lainnya. Dia tidak memikirkan apakah jalan ini sudah dilewatinya atau belum yang penting mereka harus menemukannya. Saat Lita dan Lili berhenti disuatu tempat duduk untuk beristirahat ternyata tanpa disengaja Lili melihat salah satu temannya sedang bersiap – siap untuk pulang. Kemudian Lili dan Lita langsung cabut  dari peristirahatnya menuju temannya dan guru pembimbingnya.Setelah sampai disana Lita berakata pada Lili bahwa peristiwa ini jangan diceritakan pada yang lainnya dan hanya mereka berdua saja yang tahu.
“ Eh Li peristiwa ini jangan beritahukan pada yang lainnya ya!,,kan malu? “
“ Iya aku juga gak mau mereka tahu,,pasti mereka akan menertawakan  kita”
“ Jadi peristiwa ini hanya kita aja yang tahu , dan jika mereka bertanya dari mana !, jawab aja kita dari dari  jalan-jalan “ ,kata Lita.
“ Hehe iya jalan-jalan kesesat “
 Tidak lama mereka sampai disana Lita dan Lili besiap - siap untuk pulang ke hotel dan menuju bus.Hati Lita dan Lili pun terasa legah dan perasaan mereka sangat senang dan gembira ketika mereka berhasil menemukan temannya dan guru pembimbingnya, yang pada akhirnya mereka dapat kembali pulang bersama-sama.

Budaya Politik



 Budaya politik merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan benegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, adat istiadat, dan norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya. Budaya politik juga dapat di artikan sebagai suatu sistem nilai bersama suatu masyarakat yang memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kolektif dan penentuan kebijakan publik untuk masyarakat seluruhnya.


Bagian-Bagian Budaya Politik
Secara umum budaya politik terbagi atas tiga :
  1. Budaya politik apatis (acuh, masa bodoh, dan pasif)
  2. Budaya politik mobilisasi (didorong atau sengaja dimobilisasi)
  3. Budaya politik partisipatif (aktif)

Tipe-tipe Budaya politik

  • Budaya politik parokial yaitu budaya politik yang tingkat partisipasi politiknya sangat rendah. Budaya politik suatu masyarakat dapat di katakan Parokial apabila frekuensi orientasi mereka terhadap empat dimensi penentu budaya politik mendekati nol atau tidak memiliki perhatian sama sekali terhadap keempat dimensi tersebut. Tipe budaya politik ini umumnya terdapat pada masyarakat suku Afrika atau masyarakat pedalaman di Indonesia dalam masyarakat ini tidak ada peran politik yang bersifat khusus. Kepala suku, kepala kampung, kyai, atau dukun,yang biasanya merangkum semua peran yang ada, baik peran yang bersifat politis, ekonomis atau religius.

  • Budaya politik kaula (subjek),yaitu budaya politik yang masyarakat yang bersangkutan sudah relatif maju baik sosial maupun ekonominya tetapi masih bersifat pasif. Budaya politik suatu masyarakat dapat dikatakan subyek jika terdapat frekuensi orientasi yang tinggi terhadap pengetahuan sistem politik secara umum dan objek output atau terdapat pemahaman mengenai penguatan kebijakan yang di buat oleh pemerintah. Namun frekuensi orientasi mengenai struktur dan peranan dalam pembuatan kebijakan yang dilakukan pemerintah tidak terlalu diperhatikan. Para subyek menyadari akan otoritas pemerintah dan secara efektif mereka di arahkan pada otoritas tersebut. Sikap masyarakat terhadap sistem politik yang ada ditunjukkan melalui rasa bangga atau malah rasa tidak suka. Intinya, dalam kebudayaan politik subyek, sudah ada pengetahuan yang memadai tentang sistem politik secara umum serta proses penguatan kebijakan yang di buat oleh pemerintah.
  • Budaya politik partisipan,yaitu budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik yang sangat tinggi. Masyarakat mampu memberikan opininya dan aktif dalam kegiatan politik. Dan juga merupakan suatu bentuk budaya politik yang anggota masyarakatnya sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai empat dimensi penentu budaya politik. Mereka memiliki pengetahuan yang memadai mengenai sistem politik secara umum, tentang peran pemerintah dalam membuat kebijakan beserta penguatan, dan berpartisipasi aktif dalam proses politik yang berlangsung. Masyarakat cenderung di arahkan pada peran pribadi yang aktif dalam semua dimensi di atas, meskipun perasaan dan evaluasi mereka terhadap peran tersebut bisa saja bersifat menerima atau menolak.



Budaya politik yang berkembang di Indonesia sama dengan Gambaran sementara tentang budaya politik Indonesia, yang tentunya haruus di telaah dan di buktikan lebih lanjut, adalah pengamatan tentang variabel sebagai berikut :

  • Konfigurasi subkultur di Indonesia masih aneka ragam, walaupun tidak sekompleks yang dihadapi oleh India misalnya, yang menghadapi masalah perbedaan bahasa, agama, kelas, kasta yang semuanya relatif masih rawan/rentan.
  • Budaya politik Indonesia yang bersifat Parokial-kaula di satu pihak dan budaya politik partisipan di lain pihak, di satu segi masa masih ketinggalan dalam mempergunakan hak dan dalam memikul tanggung jawab politiknya yang mungkin di sebabkan oleh isolasi dari kebudayaan luar, pengaruh penjajahan, feodalisme, bapakisme, dan ikatan primordial.
  • Sikap ikatan primordial yang masih kuat berakar, yang di kenal melalui indikatornya berupa sentimen kedaerahan, kesukaan, keagamaan, perbedaan pendekatan terhadap keagamaan tertentu; purutanisme dan non puritanisme dan lain-lain.
  • kecendrungan budaya politik Indonesia yang masih mengukuhi sikap paternalisme dan sifat patrimonial; sebagai indikatornya dapat di sebutkan antara lain bapakisme, sikap asal bapak senang.
  • Dilema interaksi tentang introduksi modernisasi (dengan segala konsekuensinya) dengan pola-pola yang telah lama berakar sebagai tradisi dalam masyarakat.



Budaya Politik di Indonesia


  • Hirarki yang Tegar/Ketat

Masyarakat Jawa, dan sebagian besar masyarakat lain di Indonesia, pada dasarnya bersifat hirarkis. Stratifikasi sosial yang hirarkis ini tampak dari adanya pemilahan tegas antara penguasa (wong gedhe) dengan rakyat kebanyakan (wong cilik). Masing-masing terpisah melalui tatanan hirarkis yang sangat ketat. Alam pikiran dan tatacara sopan santun diekspresikan sedemikian rupa sesuai dengan asal-usul kelas masing-masing. Penguasa dapat menggunakan bahasa 'kasar' kepada rakyat kebanyakan. Sebaliknya, rakyat harus mengekspresikan diri kepada penguasa dalam bahasa 'halus'. Dalam kehidupan politik, pengaruh stratifikasi sosial semacam itu antara lain tercemin pada cara penguasa memandang diri dan rakyatnya.

  • Kecendrungan Patronage

Pola hubungan Patronage merupakan salah satu budaya politik yang menonjol di Indonesia.Pola hubungan ini bersifat individual. Dalam kehidupan politik, tumbuhnya budaya politik semacam ini tampak misalnya di kalangan pelaku politik. Mereka lebih memilih mencari dukungan dari atas daripada menggali dukungn dari basisnya.



  • Kecendrungan Neo-patrimoniaalistik
Salah satu kecendrungan dalam kehidupan politik di Indonesia adalah adanya kecendrungan munculnya budaya politik yang bersifat neo-patrimonisalistik; artinya meskipun memiliki atribut yang bersifat modern dan rasionalistik zeperti birokrasi, perilaku negara masih memperlihatkan tradisi dan budaya politik yang berkarakter patrimonial.


Ciri-ciri birokrasi modern:
·      Adanya suatu struktur hirarkis yang melibatkan pendelegasian wewenang dari atas ke bawah dalam organisasi
·         Adanya posisi-posisi atau jabatan-jabatan yang masing-masing mempunyai tugas dan tanggung jawab yang tegas
·         Adanya aturan-aturan, regulasi-regulasi, dan standar-standar formal yang mengatur bekerjanya organisasi dan tingkah laku anggotanya
·     Adanya personel yang secara teknis memenuhi syarat, yang dipekerjakan atas dasar karier, dengan promosi yang didasarkan pada kualifikasi dan penampilan.